Lompat ke isi utama
x

Dirbina Haji Minta Jemaah Haji Kedepankan Istitha'ah Utuh

Dirbina

Jakarta (PHU)--Direktur Bina Haji Kementerian Agama Khoirizi H. Dasir meminta jemaah haji untuk tidak mengutamakan istilah istitha'ah (mampu) dari segi istitha'ah kesehatan saja, tetapi juga harus mengedepankan istitha'ah secara utuh.

"Jangan terpaku Istitha'ah kesehatan saja  tetapi juga harus kedepankan istitha'ah secara utuh," kata Khoirizi saat webinar daring bertema "Meraih Kesempurnaan Ibadah Haji serta Tips Menjaga Kesehatan Jemaah Haji". Senin (14/09).

Diakuinya selama ini, jemaah haji masih mengutamakan istitha'ah kesehatannya, padahal menurutnya, ada juga istitha'ah perjalanan, istitha'ah materi maupun istitha'ah ibadah.

“Ada juga ada juga istitha'ah perjalanan, istitha'ah materi dan istitha'ah ibadah,” jelasnya.

Penyelenggaraan haji tahun 2020 ini, kata Khoirizi memang ditunda keberangkatannya, ia meminta jemaah haji untuk berpikir positif, apa itu?.

“Dengan adanya penundaan kebarangkatan jemaah haji ini, jemaah haji harus berpositive thingking,  dengan adanya penundaan ini jemaah haji bisa memperdalam ilmu manasik hajinya,” ujarnya.

Senada hal tersebut, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Banten Machdum Bachtiar mengatakan Istitha’ah dengan kesehatan haji memang satu hal yang tidak dapat dipisahkan dan keduanya harus dimiliki jemaah haji.

Istitha’ah sendiri menurut dia banyak macamnya, ada Istitha’ah Maliyah (harta), Istitha’ah Badaniyah (fisik), Istitha’ah Amniah (keamanan) dan Istitha’ah kesehatan.

“Untuk berhaji, seorang Muslim harus mampu dalam segi fsik (istitha’ah badaniyah), materi (istitha’ah maliyah) dan keamanan (istitha’ah amniyah). Mampu secara materi, keamanan, dan kesehatan,” ujar Machdum.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro