Lompat ke isi utama
x

Ditjen PHU Gelar Koordinasi dan Refocusing Anggaran Operasional Haji 1443H/2022M

Dirjen

Jakarta (PHU) -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Anggaran dan Refocusing Anggaran Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022M selama 3 hari (11 s.d. 13 Mei 2022). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M yang semakin dekat.

Turut hadir Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief. Dalam arahannya, Hilman mengapresiasi pekerjaan yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia yang turut andil mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terutama dari aspek anggaran operasional.

"Apa yang biasanya kita kerjakan selama 8 bulan, sekarang kita kerjakan hanya dalam waktu 40 hari. Terima kasih atas dedikasi teman-teman Perencanaan yang hadir di sini, dan juga di daerah, yang sudah turut mempersiapkan pelaksanaan haji tahun ini, terutama dari segi anggaran, dengan menyisir hal-hal yang bisa di-refocusing, dan lain-lain," ujar Hilman.

Ia mengungkapkan bahwa anggaran yang diterima Ditjen PHU tahun ini lebih kecil dari tahun lalu, sehingga perlu berbagai upaya dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan anggaran yang ada agar penyelenggaran ibadah haji tahun 1443H/2022M dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

"Tugas kami kedepan tentunya berkomunikasi dengan berbagai pihak, agar anggaran yang diterima oleh PHU bisa naik. Jika melihat tahun 2021, anggarannya 1,5 - 1,6 triliun, sedangkan untuk tahun ini 1,38 triliun (berkurang 207 miliar), sehingga perlu adanya upaya akselerasi. Dan ini sudah sedikit membuahkan hasil, dimana dari segi penyerapan anggaran, alhamdulillah kita naik 2 peringkat dari capaian tahun lalu. Hal ini tentunya sangat membanggakan, dan kita berharap di tahun-tahun berikutnya capaian kita akan lebih baik lagi," ungkap Hilman.

Beberapa pos anggaran yang mendukung operasional penyelenggaraan ibadah haji juga turut menjadi perhatian, terutama pembangunan gedung penunjang yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). "Ada beberapa pos anggaran yang menjadi catatan kita, bahwa memang untuk rupiah murni kita kecil dan pada saat yang sama SBSN kita naik, sementara penggunaan SBSN ini sudah tetap yaitu untuk pembangunan, dalam hal ini akselerasi PLHUT dan juga pembangunan asrama haji. Kita upayakan kedepan agar dengan SBSN yang bertahan ini, rupiah kita bisa naik. Ini juga perlu perjuangan politik, dan insya Allah tugas saya adalah berkomunikasi dengan berbagai pihak," kata Hilman.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Perencanaan dan Humas Sekretariat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini turut mengundang para Pejabat Fungsional Perencana dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi seluruh Indonesia.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca