Lompat ke isi utama
x

Ditjen PHU - IAIN Surakarta Siap Sinergi Tingkatkan Pembimbing Haji Profesional

khoirizi

 

Solo (PHU)--Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah masih menjadi program dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, maka dari itu Kementerian Agama menggandeng beberapa Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN) untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya adalah dengan melakukan nota kesepahaman dengan IAIN Surakarta. 

Dekan Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Surakarta Dr. Islah mengakui pandemi Covid-19 merubah segala kegiatan keagamaan kita, terutama kegiatan ibadah penyelenggaraan haji dan umrah. 

"Ini yang perlu akan kita perhatikan dan bicarakan," kata Islah saat Workshop Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Tahun 2021 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah (5/5/2021). 

Dalam meningkatkan pembimbing haji dan umrah yang profesional, kata Islah adalah merupakan tugas bersama antara Kemenag dan civitas akedemika IAIN Surakarta dalam menjaga mutu layanan haji dan umrah dari tahun ke tahun. 

"Ini merupakan tugas kita bersama dalam peningkatan pembimbing haji dan umrah dalam memperoleh sertifikasi dalam menjaga mutu layanan dari tahun ke tahun," terangnya. 

khoi

Penjagaan mutu dan kualitas pembimbing ini lanjutnya dipengaruhi olen 4 faktor penting, diantaranya : 

1. Kompetensi kognitif, yaitu dimana pemahaman pembimbing sangat penting dalam menjalankan manasik haji. 

2. Kepemimpinan, peran pembimbing sangat dipengaruhi oleh sifat kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam memimbing jemaah. 

3. Sosial, cara menyampaikan pembimbing dalam proses komunikasi ke jemaah sehingga mudah dipahami dan dimengerti. 

4. komunikatif, yaitu pemahaman pembimbing haji dalam memahami percakapan dan bahasa arab. 

"Saya rasa poin ini akan berkembang lebih baik lagi. IAIN surakarta akan berkerjasama dan bersinergi mewujudkan perkembangan ini," jelasnya. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Musta'in berharap MoU ini akan memperkuat sinergi dalam membuat kebijakan dan maju bersama-sama. 

"Dengan adanya penandatanganan MoU oleh pihak-pihak terkait, diharapkan akan saling bersinergi dalam membuat kebijakan dan maju bersama sama," kata Musta'in. 

Ia juga ingin para pembimbing haji dan umrah ini dalam kondisi yang prima saat melakukan bimbingan kepada jemaah haji.

"Kita ingin hari ini lebih baik, karena itu kondisi pembimbing ibadah harus dalam kondisi prima," tuturnya. 

Musta'in berharap Kementerian Agama bisa tetap dalam satu sinergi dalam menjelaskan secara benar dan sesuai fakta kepada jemaah, bukan karena berita hoax seperti fasilitas yang belum terbayarkan, kontrak yang belum deal, dan lain-lain. 

"Semakin dekatnya penyelenggaraan haji di tahun 2021, semakin banyak pertanyaan yang diajukan oleh jemaah, pertanyaan utamanya adalah apakah haji diselenggarakan tahun ini?," tandasnya.

Penulis
Winda Galuh Desfianti
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca