Lompat ke isi utama
x

Ditjen PHU Tingkatkan Koordinasi dengan Kemenkes Terkait Vaksin Jemaah

Jpvck

Jakarta (PHU) – Direktorat Jenderal Penyelanggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji Indonesia tahun 1443H/2022.

Salah satunya dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait syarat kesehatan jemaah yang terdiri dari pembatasan usia, syarat vaksin, dan pemeriksaan PCR jemaah. 

Dalam rapat koordinasi bersama Ditjen PHU, 
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana  mengatakan, selain vaksin meningitis, vaksin covid 19 menjadi bagian terpenting dalam persyaratan haji 2022 dan semua jenis vaksin covid-19 yang ada di Indonesia bisa digunakan. 

“Jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan Bipih 1443H bisa segera di vaksinasi covid 19 dan meningitis di Puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dan/atau sentra-sentra vaksinasi. Adapun jenis vaksin covid-19 semua bisa digunakan, yaitu, Sinovac, Sinopharm, Pfizer, Moderna, Astra Zeneca, dan Johnson & Johnson,” kata dr. Budi kepada humas Ditjen PHU, Jumat (13/5/2022).

Budi juga menambahkan progres vaksin covid 19 bagi jemaah yang telah melakukan pelunasan Bipih sampai saat ini dengan vaksin lengkap dua dosis sebanyak 63.388 jemaah atau 69% (Data Siskohat Kemenag, 11 Mei 2022). 

Sedangkan untuk vaksin meningitis 84.248 jemaah atau 91%. Untuk waktu pemberian vaksin Budi menjelaskan bahwa vaksin meningitis dan vaksin covid tidak bisa dilakukan bersamaan atau ada jeda waktu dan sebaiknya 14 hari, sedangkan batas waktu yang dianjurkan jemaah haji untuk melaksanakan vaksinasi adalah 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. 

“Terkait teknis pelaksanaan pemberian tes PCR 72 jam sebelum keberangkatan dilakukan di laboratorium pemeriksaan di provinsi asal 2x24 jam sebelum masuk asrama haji atau 3x24 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi,” imbuh dr. Budi.

Hal lain yang harus di persiapkan jemaah sebelum dan sesudah menerima vaksin yaitu dengan mempersiapkan kesehatan diri dan menerapkan protokol kesehatan. 

“jemaah diharapkan mempersiapkan dan menjaga kesehatan, adapun jemaah dengan kondisi tertentu yang tidak dapat divaksinasi covid 19 seperti misalnya penderita auto immune, atau komorbid berat berdasarkan pada hasil pemeriksaan dokter,” jelas dia.

Budi berharap jemaah dapat menjaga kesehatan diri dengan menyesuaikan aktivitas ibadah/fisik dengan kondisi Kesehatan, selalu menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas layanan lainnya.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Benny A

Jumlah Pembaca