Lompat ke isi utama
x

DJPHU dan UIN Jakarta Jalin Kerja Sama Haji

Jakarta (Sinhat) -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (DJPHU) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjalin kerja sama dalam bidang perhajian dengan harapan ke depan pelayanan haji semakin berkualitas dan menghasilkan manusia unggul. Kerja sama tersebut ditanda tangani Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu dengan tiga pimpinan fakultas di universitas tersebut di kampus UIN Jakarta, Selasa. Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Anggito menyebutkan bahwa kerja sama ini sangat strategis sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan haji.

Fakultas kedokteran, lanjut Anggito, akan mendapat kehormatan ambil bagian dalam pelaksanaan penyelenggaqraan haji 2014. Sebanyak 20 mahasiswa tingkat akhir akan diberi kesempatan untuk melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Arab Saudi dengan didampingi tenaga dosen berpengalaman dalam penyelenggaraan haji. Sedangkan dari Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi diharapkan dapat memberi kontribusi untuk membuat standarisasi dan pembuatan sertifikat bagi 1.000 petugas pembimbing haji. Dengan cara itu, katanya, ke depan pelaksanaan ibadah haji memiliki standar yang memadai.

Termasuk pula dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis diharapkan dapat membuat kajian mendalam dari sisi syariah terhadap pembayaran dam melalui Bank Pembangunan Islam atau (Islamic Development Bank). Untuk memudahkan pelayanan haji di Tanah Suci, Kemenag menjalin kerja sama pembayaran dam melalui bank tersebut. Namun Anggito ingin melihat kajian akadmis dari sisi syariahnya.

Pengelolaan keuangan haji ke depan harus dipermodern. Karena itu, bentuk kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model sehingga penyelenggaraan ibadah haji semakin profesional.

Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Jamhari menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji sejatinya merupakan bentuk citra dari keseluruhan umat Islam. Jadi, jika bicara haji maka hal itu tentu membicarakan Kemenag. Jadi, bicara kemenag adalah bicara haji di dalamnya. Karena itu, perbaikan pelayanan penyelenggaraan haji menjadi sangat penting.

Haji juga menjadi lambang umat Islam. Sebab dalam haji ada muktamar Islam terbesar. Yaitu, berkumpulnya jemaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan ritual yang sama, "Hebatnya, di sana tak ada panitia khusus. Haji berjalan sukses," ia menegaskan.

Melalui haji pula, lanjut dia, telah terjadi diplomasi. Jemaah Indonesia dipuji sebagai haji yang tertib. Karena itu, citra umat Islam Indonesia terlihat pada penyelenggaraan haji. Memberangkatkan 211 ribu orang pergi haji setiap tahun, lanjut dia, bukan pekerjaan ringan. Karena itu pihaknya sangat terbuka untuk memenuhi kerja sama dengan Kemenag.

Pada acara tersebut, mahasiswa UIN Jakarta menunjukkan kememahiran tari saman, tari seudati, kosidahan, marawis dan permainan biola. Anggito turut naik panggung memainkan flute dengan irama Timur Tengah. "Di kantor, saya tak bisa memainkan musik seperti ini. Di kampus, saya bisa bebas," katanya sambil melempar senyum. (ess/rm)

Jumlah Pembaca