Lompat ke isi utama
x

DPR RI Minta Kemenag Daerah Terus Ikuti Perkembangan Haji

ali taher

Jakarta (PHU)—Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong meminta kepada Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di Kabupaten Kota yang berhadapan langsung dengan jemaah haji untuk terus mengikuti perkembangan isu-isu penyelenggaraan haji baik di DPR maupun di Kemenag.

Permintaan itu diungkapkan Ali karena saat ini masih banyak infornasi-informasi yang menyesatkan terkait dengan pelaksanaan haji. Ia meminta untuk tetap menunggu informasi yang resmi dari pemerintah dan DPR.

“Tetap menunggu informasi dan selalu mengikuti informasi terkini, terutama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan DPR dan Menteri Agama, saya seminggu dua kali pasti berbicara dengan Pak Dirjen PHU dan Pak Wamen (Wakil Menteri Agama) dan In sya Allah kalau ada perkembangan akan kita sampaikan,” kata Ali dalam diskusi melalui aplikasi daring, Kamis (16/04).

Diskusi ini digagas Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) dengan menghadirkan narasumber langsung Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong serta dihadiri oleh para pengurus FKAPHI baik pengurus besar maupun pengurus wilayah dan Kasi PHU Kabupaten dan Kota. 

Sebelumnya FKAPHI juga sudah mengadakan diskusi melalui daring dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar, Dirbina Haji H Khoirizi serta Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusuf Singka.

Menurutnya adalah hal yang wajar bila saat ini banyak tersebar berita-berita negatif tentang haji. Kondisi sekarang adalah kondisi emergency force majeur, bahkan Presiden Jokowi sudah memutuskan ini sudah masuk bencana nasional. “Banyak beredar informasi di masyarakat kita perlu tabbayyun, itu wajar saja karena ada aspek psychology shock,” katanya.

Dan yang bisa menjadi rujukan tabbayun itu, kata dia adalah DPR dan Pemerintah, jadi sebelum ada keputusan dari DPR Komisi VIII dan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, maka itu informasi yang belum bisa dijadikan dasar untuk bisa tidaknya haji dilaksanakan.

“Kita perlu bersabar untuk selalu mengupdate data sehingga nanti jika ada sudah ada keputusan akan kita sampaikan demi kemaslahatan umat kita,” jelasnya.

Ia berpesan dalam menyikapi informasi-informasi yang berkembang di masyarakat, seharusnya mengedepankan sikap rasional, objektif serta proposional dalam menilai informasi yang lalu lalang di media.

“Jangan dianggap keliru juga tapi perlu dijawab dengan sikap yang tawwadu dan tabayyun karena haji ini semua orang merindukan, semua orang berharap dan ingin kesana,” tandas Ali.

Penulis
naif adnan
Editor
husni anggoro