Lompat ke isi utama
x

Dukhaji Memperkecil Kesalahan Data Kependudukan

9 Inovasi Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan

Bangka Selatan (PHU) --- Untuk meningkatkan dan mewujudkan Reformasi Birokrasi serta membentuk zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bebas melayani di Lingkungan Satuan Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan Jamaludin mencanangkan sembilan (9) Inovasi yang telah dan akan diterapkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.

Adapun kesembilan inovasi tersebut menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan adalah yang pertama Siskohat Mobile, Inovasi yang kedua adalah Dukhaji, inovasi yang ketiga adalah Dukcatin yaitu sebuah inovasi hasil kerjasama antara Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan dan Dinas Pencatatan Sipil dan kependudukan Kabupaten Bangka Selatan untuk pemberian KTP maupun KK baru bagi Jamaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji dengan pencantuman gelar Haji pada KTP maupun KK.

Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan

Kepala Kankemenag Bangka Selatan Jamaludin mengatakan bahwa DUKHAJI sudah jalan pada tahun 2019, hal ini berangkat dari kita berharap kependudukan ini tertib, seperti identitas kependudukan, oleh karena itu kita bekerjasama dengan Dinas Dukcapil.

Ketika ada warga Kabupaten Bangka Selatan berangkat haji, Jamaludin mengatakan bahwa ketika jemaah tersebut kembali ketanah air, setelah beberapa hari tiba dari tanah suci jemaah haji tersebut akan disediakan KTP dan KK baru.

Sehingga, tambah Jamaludin ketika itu kalau ada nama yang salah sebelumnya akan menjadi nama yang benar, ketika sebelumnya dinamanya belum ada gelar Haji atau Hajjah dengan KTP dan KK yang baru ini kita cantumkan gelar haji atau hajjahnya.

“Dengan kesempurnaan data kependudukan dan data lainnya, sehingga kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan dengan Dukcapil membuat senang kedua belah pihak, “ ucapnya.

“Kesempurnaan data kependudukan, karena kita melampirkan juga pasport jemaah haji, sehingga memperkecil terjadinya kesalahan di data kependudukan,” ujar Jamaludin.

inovasi keempat adalah Dewi Besilah, inovasi kelima ini yang menjadi pilot projectnya adalah KUA Tukak Sadai, Klik Samawa adalah inovasi yang keenam, inovasi ke tujuh yaitu Aplikasi A-Bata merupakan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk memperoleh data terkait pendidikan islam, bimas islam, haji dan umroh serta zakat wakaf, inovasi ke delapan yaitu Bait data merupakan sebuah inovasi berupa pusat data terpadu yang dimiliki oleh Kankemenag bangka Selatan, sedangkan inovasi kesembilan adalah program Excelent Class yang merupakan sebuah inovasi dengan membuka program madrasah unggulan di Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Gadung Toboal.

Penulis
Boy Azhar
Editor
Boy Azhar