Lompat ke isi utama
x

Gubernur Jatim Dukung Penuh Penyelenggaraan Haji Tahun 2022 

sby

Surabaya (PHU)--Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh penyelenggaraan haji yang dilaksanakan Kementerian Agama pada tahun ini. Khofifah membutuhkan penjelasan detail terkait persiapan tersebut. 

“Secara teknis saya butuh detail explanation untuk meneruskan ke Menhub, agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar," kata Khofifah saat audiensi persiapan penyelenggaraan ibadah haji bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag. Rabu (11/05/2021) yang berlangsung di Kantor Gubernur.

Sementara itu, Dirjen PHU Hilman Latief mengungkapkan setelah dua tahun tidak memberangkatkan jemaah haji karena  pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Tahun ini akhirnya Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) dapat memberangkatkan jemaah haji dengan kuota kurang dari 50%. 

"Jumlah kuota yang diberikan tersebut berimplikasi dengan jumlah petugas yang pada tahun sebelumnya 4.200 sekarang menjadi 1.091 orang, pembatasan ini dilakukan dari Saudi ke setiap negara dengan total jemaah haji yang diizinkan beribadah tahun ini sebanyak satu juta," ucapnya. 

Menurutnya, singkatnya waktu persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022 mengharuskan pemerintah untuk melaksanakan segala aktivitas lebih cepat dari segala aspek. Namun seperti yang kita ketahui bahwa haji adalah tugas nasional antar lembaga pemerintahan di Indonesia. Maka dari itu kerjasama antar lembaga menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini. 

"Ramadhan minggu pertama diumumkan kuota, maka persiapan dengan waktu yang singkat tetap harus siap dilakukan," kata Hilman. 

Hadir dalam acara tersebut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Saiful Mujab, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Husnul Marom, Kepala UPT Asrama Haji Surabaya, Sugianto, PJ Sekda Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Nyono, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi, Kabiro Kesejahteraan Rakyat, Gatot Soebroto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Jazuli, dan perwakilan pegawai Kementerian Agama baik pusat maupun Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Penulis
Amnia Salma
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca