Lompat ke isi utama
x

Hadiri Pembukaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji, Kakanwil Pastikan Kesiapan Jatim dalam Penyelenggaraan Haji 2022

sd

Surabaya (PHU) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram menghadiri acara Pembukaan Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Tahun 2022 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Senin (18/4). Kegiatan ini juga dihadiri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief; Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Maftukhin; Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abd. Haris; Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Akhmad Rizqon Khamami serta Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sugianto.

Dalam sambutannya, Kakanwil membagikan rasa suka citanya karena tahun ini Arab Saudi telah mengizinkan 1 (satu) juta jemaah dari dalam dan luar kerajaan Arab Saudi. ”Alhamdulillah, hal ini menjadi kabar gembira bagi kita semua,” tuturnya. Kakanwil menjelaskan persiapan untuk pelaksanaan haji juga sudah dilakukan. “Saat ini Tim penyediaan akomodasi, transportasi dan konsumsi untuk jamaah haji masih bekerja. Penetapan Biaya Haji juga sudah disepakati, yaitu rata-rata sebesar 39.886.000,-. Persiapan yang lain, Tim Paspor Jawa Timur juga sudah bekerja menyiapkan dokumen jamaah, dan yang lebih penting lagi, Asrama Haji Surabaya juga sudah steril, yang sebelumnya dipakai untuk karantina pasien covid-19,” jelas Kakanwil tentang persiapan haji Jawa Timur yang sudah matang.

bhh

Dalam rangka melaksanakan bimbingan manasik, secara professional yang dilaksanakan oleh Pemerintah, masyarakat, baik perseorangan maupun kelompok bimbingan, Pemerintah berkewajiban melakukan sertifikasi terhadap para pembimbing tersebut. Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji mencakup pada 4 (empat) Ranah Kompetensi, yaitu : Pertama: Kompetensi Kognitif yang berkaitan dengan pemahaman manasik haji. Kedua : Kompetensi Leadership Kompetensi Kepemimpinan yang juga mencakup Kompetensi Manajerial salah satunya mengelola administrasi dan juga hal-hal teknis yang praktis. Ketiga : Kompetensi Sosial yaitu mencakup konsepsi team-work yang solid, membangun empati sosial antar individu dan kelompok, membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait baik di tanah air maupun saat di Arab Saudi. Keempat: Kompetensi Komunikatif dimana Calon pembimbing manasik haji nantinya akan dibekali dengan materi percakapan bahasa Arab (pasaran/populer), percakapan bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia yang baik, sederhana, dan benar.

“Oleh karena itu, terkait keberadaan pembimbing manasik haji yang dirasa sangat penting, maka saya sangat senang sekali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dapat membuat perencanaan dan penganggaran sehingga kegiatan yang penting ini bisa benar-benar terwujud dan terlaksana,” ujarnya.

Di akhir sambutannya Kakanwil mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya. “Kami sampaikan terima kasih kepada panitia, baik dari Kanwil maupun UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan untuk peserta, selamat mengikuti kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai upaya melahirkan para pembimbing manasik haji yang profesional, kreatif, berintegritas dan berkualitas,” pungkasnya.

Penulis
Inmas Jawa Timur
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca