Lompat ke isi utama
x

Hindari Penipuaan, Kepala Kanwil Kemenag Kalteng Ingatkan 5 Pasti Umrah 

kalteng

Palangka Raya (PHU)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah Abdul Rasyid kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)  atau travel umrah yang menawarkan paket umrah murah yang harganya dibawah harga referensi yang ditetapkan Kementerian Agama yaitu Rp20 juta.

“Untuk memproteksi penipuan tersebut, masyarakat harus memastikan informasi dan ingat Gerakan 5 Pasti Umrah,” kata Abdul Rasyid saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Palangka Raya. Rabu (30/09).

Gerakan 5 Pasti Umrah yang pertama, kata Abdul Rasyid, adalah memastikan biro perjalanan ibadah umrah memiliki izin resmi. Masyarakat bisa mengecek apakah travel tersebut memiliki izin atau tidak di Kanwil Kemenag setempat atau mengunduh aplikasi Umrah Cerdas di Play Store a tau App Store.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan jadwal keberangkatan dan penerbangan ke Tanah Suci.‎ "Jemaah harus tahu apa nama maskapai yang digunakan dan berapa kali transit. Juga pastikan tiket kepulangan ke Tanah Air." Jelasnya.

Ketiga, pastikan harga dan paket yang ditawarkan biro perjalanan ibadah umrah. Masyarakat diimbau agar lebih selektif dan tidak mudah tergiur dengan penawaran harga murah yang tidak sesuai dengan ‎paket yang dijanjikan.

"Selain harga, jemaah juga harus diedukasi agar tidak hanya harga yang diketahui, tapi juga hak-haknya selama berada di Arab Saudi.‎ Seperti fasilitas konsumsi, logistik, dan transportasi selama di Tanah Suci," terang Abdul Rasyid.

Selanjutnya, katanya, jemaah harus memastikan nama penginapan selama di Tanah Suci. "Tentu tidak hanya nama, tapi juga alamatnya. Karena sering terjadi janji-janji dari biro perjalanan hotel ini itu, tapi di sana (Arab Saudi) dioper-oper." Ujarnya

Terakhir, jemaah harus memastikan visa umrahnya. ‎Normalnya 2 hari sebelum berangkat jemaah sudah bisa mendapatkan visa. "Jangan sampai di hari H jemaah belum tahu apakah mendapat visa atau belum." Sambungnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus memastikan PPIU-PPIU yang beroperasi khususnya diwilayah Kalimantan Tengah ini mempunyai izin resmi yang dikeluarkan dari Kanwil Kemenag Kalteng.

“Bagi PPIU yang membuka cabang dari pusat wajib mempunyai izin resmi dari Kanwil Kemenag Kalteng,” tegasnya.

Ia berharap kedepannya akan memperkuat sinergitas antara Kanwil Kemenag, Pemda, PPIU, PIHK, KBIHU sería instansi terkait dalam rangka meningkatkan pelayanan haji dan umrah di Kalteng.

“Insta Allah kedepannya dengan pembenahan embarkasi dan berupaya dan bersinergi dengan instansi terkait akan memberikan perhatian kepada jemaah haji dan umrah di Kalteng,” tandasnya.

Hadir pada acara tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Iwan Kurniawan, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sihdu Kemenag Maman Saepulloh, Kabid PHU Kalteng Moh. Asbli, Perwakilan KBIHU, PPIU, PIHK, Perwakilan Ormas serta Kepala Seksi PHU se Kalteng.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro