Lompat ke isi utama
x

449 Jemaah Haji Bali dan Mojokerto Tiba di Debarkasi Surabaya

Sub

Surabaya (PHU)--Sebanyak 449 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB29 asal gabungan dari Provinsi Bali dan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur tiba di Debarkasi Asrama Haji Surabaya pukul 07:05 WIB. Jumat (5/8/2022).

Sebelum tiba di Debarkasi Surabaya, jemaah kloter SUB29 ini landing di Bandara Internasional Juanda pada pukul 05:37 WIB dengan maskapai Saudi Arabia Ariline (SV5208) yang sebelumnya bertolak dari Prince Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah pada pukul 14:35 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kloter SUB28 ini terdiri dari 317 jemaah haji asal Provinsi Bali serta 128 jemaah haji dari Kabupaten Mojokerto Jatim dengan rincian 445 jemaah dengan didampingi 4 petugas kloter.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni mengatakan ada 1 jemaah asal Provinsi Bali yang wafat di Tanah Suci. Sehingga jumlah jemaah yang awalnya berangkat 318 jemaah kini tinggal 317 jemaah.

"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga Nur khamid dari Kabupeten Badung karena istrinya Lilik Nur Hasanah wafat di tanah suci," kata Komang Sri Marheni saat sambutannya di Debarkasi Surabaya. Jumat (5/7/2022).

Sebelum pulang kedaerahnya masing-masing, seluruh jemaah dicek kesehatannya oleh Kantor Kesehatan Pabuhan (KKP) Kota Surabaya dengan screeming suhu dengan menggunakan thermoscanner serta tes swab antigen dan pemberian vaksin booster bagi jemaah yang belum vaksin dosis ketiga.

"Kami harus tetap melakukan prokes karena masih pandemi, jadi sebelum memasuki ruangan jemaah di thermoscanner dan alhmadulillah tidak ada yang bergejala, setelah itu jemaah dites swab antigen dan booster bagi yang belum," ungkap salah satu petugas dari KKP Surabaya.

Ia juga mengatakan, jika nantinya ada jemaah yang terindikasi positif Covid19, maka jemaah tersebut akan dilakukan pemeriksan lebih lanjut serta dipisahkan dengan jemaah lain dan tetap akan dipulangkan kedaerahnya dengan menggunakan kendaraan terpisah.

"Walaupun nanti ada yang hasilnya positif, jemaah tetap dipulangkan dengan menggunakan kendaraan terpisah dari jemaah lain," ucapnya.

Selain itu, saat di Debarkasi, jemaah juga akan mendapatkan kartu monitoring kesehatan jemaah. "Setelah itu jemaah diberikan kartu kesehatan untuk memonitoring keadaaan jemaah selama 7 hari," tandasnya.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca