Lompat ke isi utama
x

Alumni Petugas Haji Diharapkan Sebarkan Dakwah Haji

KHD

Lebak (PHU)—Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi berharap para alumni petugas haji yang pernah bertugas di Arab Saudi dapat diberdayakan untuk menyebarluaskan dakwah haji.

Hal itu diungkapkan Khoirizi saat arahannya dalam kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Nasional FKAPHI di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sabtu (22/5/2021).

“Saya sangat berharap alumni petugas haji dapat diberdayakan dan menyebarluaskan dakwah haji,” kata Khoirizi.

Alumni petugas haji, kata Khoirizi juga diharapkan mempunyai kepedulian terhadap jemaah haji maupun berbagi pengalaman dengan petugas haji lainnya dalam melaksanakan dakwah haji.

Selain itu. Ia juga menjelaskan terkait halal bihalal yang merupakan tradisi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, tradisi halal bihalal yang berlangsung setelah hari raya Idul Fitri, sesungguhnya dilaksanakan di setiap negara muslim di dunia. Tetapi ada yang unik, ketika halal bi halal ini dilaksanakan di Indonesia ada muncul dalam setiap kegiatan itu kata mohon maaf lahir dan batin.

“Ini yang menarik yang muncul di Indonesia, kata mohon maaf lahir dan batin tersebut. Jadi, pada kesempatan kunjung mengunjungi itu, ada ketulusan hati dari kita, untuk menyampaikan permohonan maaf kita, kepada orang yang kita hadapi. Inilah uniknya. Kenapa filosofi ini bisa terjadi?. Sebab, di tahun 1946 itu, saat halal bi halal pertama kali dilaksanakan, Indonesia baru memasuki masa kemerdekaan, yang diperjuangkan sejak tahun 1928, yang ditandai dengan bangkitnya rasa nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia ketika itu,” ujarnya.

Halal bihalal di Indonesia sendiri muncul ketika Presiden pertama Indonesia Soekarno megalami kegalauan hati terhadap ancaman disintegrasi para pemuda-pemudi Indonesia saat awal kemerdekaan, maka itulah ia mencurahkan hatinya kepada salah satu ulama yakni KH Wahab Hasbullah. KH Wahab Hasbullah pun meminta Soekarno untuk mengadakan pertemuan dengan pemuda-pemuda Indonesia, dalam rangka untuk mengeratkan tali silaturahmi diantara sesama anak-anak bangsa.

"Tidak cukup dengan silaturahmi saja Pak Wahab, hal ini harus ditindaklanjuti dengan saling memahami, saling koreksi, saling curhat untuk menyampaikan segala persoalan-persoalan yang terjadi tengah-tengah kita,” kata Soekarno.

Siltaruhami ini, lanjut Khoirizi, dibuat dengan halal bi halal, saling memaafkan. “Kalimat saling memaafkan inilah, yang sampai hari ini kemudian menjadi tradisi yang diikuti oleh semua negara-negara muslim di dunia. Dan kita bersyukur atas terwujudnya itu, yang sudah dilakukan sejak 1946 yang lalu,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H. Dasir, Kepala Kanwil Kemenag Banten Nanang Fathurrahman, Kasubdit Bina Petugas Haji Suviyanto, Ketua MUI Banten Asep Muhammad Romly serta Kabid PHU Kanwil Kemenag Banten Machdum Bachtiar.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca