Lompat ke isi utama
x

Direktur Bina Haji Berharap Jemaah Mandiri

semarang

Semarang (PHU) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI melalui Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jawa Tengah mengadakan acara terkait pembatalan haji 2020 lewat Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pasca Pandemi Covid 19 yang digelar di Aula Hotel Patra Semarang, Selasa (24/11).

Hadir sebagai Narasumber Direktur Bina Haji Khoirizi, Anggota DPR RI Komisi VIII Bukhori, Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah Musta’in Ahmad. Pembinaan dihadiri oleh KBIHU, Pegawai Kantor Kemenag Jawa Tengah,

Kakanwil dalam sambutannya mengatakan kondisi menghadapi wabah yang mendunia Covid 19, semua pihak diharap dapat menjadi teladan sekitarnya.

“Kami mohon agar tidak henti-hentinya menjadi teladan dilingkungannya, taati peraturan yang ada. Dikondisi yang seperti ini. ada kebijakan dari komisi VIII yang memberikan anggaran pada Kemenag untuk memberikan sumbangsi, dengan membekali calon jemaah haji melalui bimbingan ibadah dengan baik.

Selanjutnya Bukhori mengatakan didalam haji semua proses, sosialisasi, pendaftaran, pemberangkatan, kepulangan Kembali ke tanah air, KBIHU semua diatur oleh UU No. 8 tahun 2019.

"Saya ingin memberikan hal-hal pokok saja, kalau terlalu detail tidak efektif, kalau haji menjadi cita-cita setiap muslim maka akan menjadi wajib untuk mengenal aturan suatu keniscayaan. UU No. 8 meliputi Jemaah Haji, Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler, BPIH, KBIHU, Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus, Penyelenggaraan Ibadah Umrah, koordinasi, peran serta masyarakat, penyidikan, larangan, dan ketentuan pidana. Demikian urgensinya, diatur secara eksplisif tentang KBIHU karena ini menjadi pioner atau ujung tombak pembinaan meskipun segala level menjadi pembinaan,” terang dia.

Sementara Direktur Bina Haji mengatakan UU yang dibuat sudah cukup sempurna mengatur Penyelenggaraan Ibadah Haji.

“Kalau kita baca secara seksama, UU No. 8 Tahun 2019 sudah cukup sempurna, memenuhi kebutuhan dan perkembangan yang terjadi di lapangan. Kewenangan KBIHU yang diberikan tanggung jawab sebagai pembimbing Jemaah haji, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang bertanggung jawab terhadap penyelenggara ibadah umrah dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan haji khusus,” imbuh Khoirizi.

Dia juga menekankan mengenai Jemaah yang lebih mandiri yang memiliki ketaatan.

“Ada hal yang kita perhatikan sebagai pembinaan untuk jemaah haji apalagi tahun ini diberikan waktu yang luas untuk memberikan bimbingan, kesempatan ini sangat baik karena bukan hanya materi yang bisa diberikan namun bisa dengan mengemas pemahaman jemaah terkait keadaan di lapangan, mulai dari penggunaan pesawat dan lain sebagainya karena tidak semua jemaah haji dengan latar belakang yang sama,” terang dia.

 

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca