Lompat ke isi utama
x

Ditjen PHU Siapkan Revisi Pedoman Bimsik, Perkuat Latihan Fisik Bagi Jemaah

ars

Pontianak (PHU) --- Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M meninggalkan beberapa catatan baik bagi para petugas maupun jemaah. Salah satu catatan penting adalah banyaknya jemaah haji Indonesia yang kelelahan dan jatuh sakit selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi, terutama ketika memasuki fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Demikian disampaikan Direktur Bina Haji (Dirbina) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Arsad Hidayat saat menyampaikan materinya pada kegiatan Mudzakarah dan Sosialisasi Pelaksanaan Haji dan Umrah di Pontianak, Rabu (16/11/2022). Menurut Arsad, menurunnya kondisi fisik jemaah selama pelaksanaan ibadah haji disebabkan karena kurangnya latihan fisik yang dilakukan jemaah selama di Tanah Air. Ia kemudian menyampaikan akan merevisi pedoman bimbingan manasik untuk dapat dimasukkan agenda latihan fisik secara intensif kepada jemaah haji sebelum berangkat ke Arab Saudi.

“Haji adalah ibadah fisik, selama melakukan rangkaian ibadah haji jemaah diharuskan untuk memiliki fisik yang kuat baik selama di Madinah, Makkah, apalagi di Masya’ir. Di fase Armuzna, jemaah kita banyak yang kelelahan. Kenapa? Karena ketika di Tanah Air, ketika diberikan bimbingan manasik tidak pernah dilatih untuk latihan fisik. Nanti kami akan merevisi pedoman bimbingan manasik khususnya di Kabupaten/Kota dan KUA Kecamatan secara intensif dengan memasukkan latihan fisik, karena itu nyata,” imbuh Arsad.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Bimbingan Jemaah Haji (Bimjah) ini menyebutkan bahwa angka kematian jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini didapati meningkat tajam setelah pelaksanaan wukuf dan jamarah. Hal ini disebabkan stamina jemaah yang menurun setelah menempuh rangkaian ibadah di Armuzna yang cukup menguras tenaga.

“Fakta lainnya, angka kematian jemaah haji sebelum pelaksanaan wukuf itu masih normal, namun setelah wukuf dan jamarah, angka kematian jemaah langsung naik tinggi. Bed (tempat tidur) di rumah sakit atau KKHI seketika terisi penuh, karena semua jemaah kelelahan setelah fase Armuzna. Dan perlu kami sampaikan bahwa salah satu penyebab tertinggi kematian jemaah adalah faktor kelelahan, dan kelelahan disebabkan karena jemaah tidak pernah dibiasakan untuk olahraga dan jalan kaki ketika di Tanah Air,” terangnya.

Kegiatan Mudzakarah dan Sosialisasi Pelaksanaan Haji dan Umrah ini diselenggarakan oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Bidang PHU Darohman, Kepala Seksi PHU se-Kalimantan Barat, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), para jemaah tunggu, serta perwakilan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Kalimantan Barat.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca