Lompat ke isi utama
x

Kakanwil Sumbar: Program Manasik Sepanjang Tahun Meningkatkan Pemahaman Jemaah Haji

Kakanwil Sumbar Hendri

Padang (PHU) --- Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji. Kalau sebelumnya manasil haji dilakukan 10 kali dengan pembagian 8 kali di Kecamatan dan 2 kali di kabupaten tidak sesuai lagi dengan kondisi zaman serta tuntutan masyarakat terutama Jamaah Haji.  

Kementerian Agama dalam hal ini  Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) membuat inovasi baru, salah satunya yaitu melakukan Manasik Sepanjang Tahun.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menyikapi kebijakkan Ditjen PHU yaitu dengan dilaksanakannya Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun di Kabupaten Kota Tahun 1441 H/2020 M bertempat di Aula Amal Bhakti I Kanwil Kemenag Sumbar, Kamis (23/07).

Acara tersebut diikuti oleh 40 orang terdiri dari 19 orang Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/ Kota se sumatera Barat, 19 Orang Kepala Seksi PHU Kantor Kementerian Agama Kab/ Kota se Sumatera Barat, dan 2 orang JFU pada Kanwil Kemenag Sumbar.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Hendri mengatakan Dirjen PHU terus berbenah dalam meningkatkan kualitas ibadah haji, diantaranya dengan meningkatkan manasik haji sepanjang tahun, meningkatkan peran pembimbing haji melalui sertifikasi, dan melakukan pembekalan kepada ketua rombongan haji.

Salah satu inovasi dari Dirjen PHU, ujar Hendri yakni Program Manasik Sepanjang Tahun (PMST) ini memiliki tujuan, terpenuhinya bimbingan manasik haji sepanjang tahun bagi jemaah haji, untuk meningkatkan pemahaman jemaah haji dan masyarakat umum terkait dengan materi bimbingan manasik haji, terpenuhi pola bimbingan manasik berbasis ketua rombongan dan ketua regu sehingga nantinya diharapkan jamaah dapat mandiri dan meminimalisir ketergantungan terhadap konsultan atau pembimbing ibadah.

Selain hal tersebut, ucap Hendri adalah program MST ini dapat menetapkan materi manasik secara spesifik sesuai dengan silabus yang di keluarkan oleh Kementerian Agama RI, melibatkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) dengan menyesuaikan pola penyusunan kloter, penyempurnaan kurikulum manasik haji, dan membuat pola manasik haji.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Hendri mengatakan ada beberapa kewajiban pemerintah terhadap Jemaah Haji dan hak yang harus diterima Jemaah. Adapun kewajiban pemerintah terhadap Jemaah Haji diantaranya, memberikan Pembinaan (Manasik Dan Bimbingan Ibadah, perjalanan Dan Kesehatan), memberikan Pelayanan (Administrasi, Akomodasi, Tarsportasi Dan Konsumsi), memberikan Perlindungan (Kesehatan, Asuransi Dan Keamanan).

Sedangkan Hak Jemaah menurut Hendri yakni, memperoleh Pembinaan, Pelayanan Dan Perlindungan di Tanah Air, Perjalanan Dan Di Arab Saudi, memperoleh Paspor, Visa Haji Dan Indentatas diri Lainnya, serta mendapatkan Standar Kelayakan dan Keyamanan Dalam Pelayanan Haji.

“Jamaah Haji perlu diberikan bimbingan yang merupakan usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik, ini dikarenakan Jamaah Haji memiliki perbedaan strata social, usia, pengetahuan, keinginan atau selera, kondisi kesehatan, suku atau budaya, bahasa, pola atau gaya hidup, karakte, perspektif, motivasi dan sebagianya,” ujar Hendri.

“Kantor Urusan Agama (KUA)  tidak lagi sebagai operator, tetapi koordinator. Sehingga ia bisa mengatur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang ada di Kecamatan dan para Pembimbing yang tersertifikasi di lingkungannya,” ucap Hendri.

“Ada beberapa pola yang dapat dilakukan dalam mewujudkan PMST ini,” tambahnya.

Manasik haji

Menurut Hendri pola bimbingan manasik sepanjang tahun berbasis ketua rombongan dan ketua regu sehingga nantinya diharapkan jamaah dapat lebih mandiri dengan teknis pelaksanaan sebagai berikut, mengumpulan jemaah perkecamatan dengan pertemuan dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan maksimal 40 Orang jemaah/ satu rombongan didalam satu lokal, melalui media radio dan televisi, narasumbernya Pejabat Kementerian Agama serta Pembimbing manasik haji provesional bersertifikat, melalui media online yaitu pembuatan video manasik ditingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota dengan melibatkan Narasumber dari Pejabat Kementerian Agama maupun tenaga Pembimbing manasik haji profesional bersertifikat.

Metode Bimbingan yang dapat dilakukan, diantaranya Ceramah, Tanya jawab, Brain Storming (curah pendapat), Buzz Group (lebah berpindah), Sosio drama (bermain peran), Simulasi, Problem solving, Demontrasi, Diskusi, dan terakhir dengan tutorial.

Dengan penggunaan metode bimbingan ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi dan minat  peserta, merangsang berinovasi dan eksplorasi, membangkitkan partisipasi peserta  secara optimal, menjamin berkembang kreatifitas individual, memberikan kesempatan  mengembangkan pengalaman  peserta, dan mengembangkan nilai-nilai untuk  dipraktekan.

Kepala Seksi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kemenag Sumbar Zilwadi mengatakan diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun di Kabupaten Kota Tahun 1441 H/2020 M bertujuan diantaranya, terpenuhnya bimbingan manasik haji sepanjang tahun di Provinsi Sumatera Barat. 

Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terkait dengan bimbingan manasik haji, ujar Zilwadi akan terbentuknya pola bimbingan manasik berbasis ketua rombongan dan ketua regu sehingga nantinya diharapkan jamaah dapat mandiri dan meminimalisir ketergantungan terhadap konsultan atau pembimbing ibadah, menetapkan materi manasik secara spesifik sesuai dengan silabus yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, menyamakan persepsi dalam bimbingan manasik haji sepanjang tahun di Prov. Sumbar, dan menyamakan visi dan misi dalam bimbingan manasik haji sepanjang tahun. (DW)

Penulis
Kontri
Editor
Boy Azhar