Lompat ke isi utama
x

Ka.Kanwil Tegaskan Keputusan Penundaan Keberangkatan Haji 2020 Demi Keselamatan Umat

jambi,2111

Jambi (PHU) – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI bersama Komisi VIII DPR RI melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi menggelar kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Haji pada Pemberangkatan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M di asrama haji Jambi, Senin (2/11).

 

Narasumber yang memberikan materi pada Diseminasi kali ini, Direktur Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Wakil Ketua Komidi VIII DPR RI Ihsan Yunus, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jambi Muhamad. Diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pejabat eselon III dan pejabat eselon IV serta beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dan perwakilan dari beberapa pondok pesantren di provinsi Jambi.

 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid yang tersambung secara virtual melalui aplikasi zoom mengatakan Penundaan keberangkatan haji dan umrah pada tahun 2020 ini merupakan penetapan kebijakan penting bagi masyakat, khususnya bagi para calon jemaah haji.

 

“Penundaan keberangkatan ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat yang perlu mendapatkan kejelasan atau kepastian dari pemerintah.   Oleh karena betapa pentingnya penyampaian informasi mengenai penundaan keberangkatan haji tahun ini,” ujar Subhan.

 

Terkait dengan jemaah yang tidak berangkat tahun 2020 ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus memastikan para calon jemaah haji tersebut akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2021 (tahun depan). “Jadi, bahasanya seharusnya penundaan bukan pembatalan, karena para jemaah haji tersebut bukan tidak jadi berangkat, hanya ditunda,” sebutnya.

Ihsan juga menjelaskan bahwa sebenarnya persiapan ibadah haji sudah mulai dipersiapakan sejak awal tahun 2020 lalu namun karena adanya pandemic Covid-19 maka persipanpun tertunda.

“Sudah ada kontrak atau MOU (Memorandum of Understanding) dengan pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas haji, termasuk konsumsi. Namun, mempertimbangkan kondisi yang terus memburuk, termasuk belum adanya keputusan dari pihak pemerintah Arab Saudi, maka pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI memutuskan untuk menunda keberangkatan haji. Apalagi dengan waktu yang sangat terbatas, maka akan sangat beresiko jika pemerintah Indonesia tetap melanjutkan pemberangkatan haji tahun 2020 ini,” jelasnya.

Penundaan haji tahun 2020 ini bukan hal yang perlu dipertentangkan lebih lanjut sebab keputusan ini memang harus diambil.

“Suatu sikap demi keselamatan dimana pemerintah Indonesia mengambil keputusan menunda keberangkatan haji terlebih dahulu baru ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

 
Ka.Kanwil juga menegaskan bahwa dari hasil kajian mengenai pemberangkatan haji memang dibatalkan dengan berbagai pertimbangan, seperti keselamatan jiwa calon jemaah haji.

“Keselamatan jemaah haji diutamakan, pembatalan haji ini pada dasarnya karena situasi pandemi covid-19 sehingga diputuskan untuk mendahulukan keselamatan umat,” tegas Ka.Kanwil.

 

Penulis
Siska Lidya
Editor
Ranita Erlanti Harahap