Lompat ke isi utama
x

Kemenag Mataram Gelar Diseminasi Pembatalan Haji Tahun 2020

mataram

Mataram (PHU) - Bertempat di Hotel Lombok Plaza, Kantor Wilayah Kemenag Nusa Tenggara Barat melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Haji Tahun 1441/2020, yang dilaksanakan dalam enam Angkatan. Peserta berjumlah 100 orang yang terdiri dari unsur pejabat dan staf pada Kanwil Kemenag Prov. NTB, Kepala KUA, Toga, Toma, UPT Asrama Haji Mataram, PPIU, KBIHU, Pondok Pesantren dan Kepala Desa se-pulau Lombok, Selasa (24/11).

Narasumber terdiri dari Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Kemenag RI, Oman Fathurahman, dilakukan secara virtual. Sedangkan narasumber yang hadir anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra serta Kakanwil Kemenag Prov. NTB, HM. Zaidi Abdad.

Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah, menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji 1441 H/2020 M, untuk menyamakan persepsi agar masyarakat khususnya jemaah haji yang tidak jadi berangkat pada musim haji tahun 1441 H/2020 M.

“alasan pertama diadakannya Diseminasi agar masyarakat dapat memahami keputusan pemerintah terkait pembatalan keberangkatan haji tersebut, dan yang kedua diproyeksikan untuk mengantisipasi bagaimana pelaksanaan dan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Dan terkait alur pengembalian setoran pelunasan haji telah disampaikan pula ke masyarakat,” Ujar dia.

Selanjutnya Oman berpesan agar tidak terpengaruh oleh isu-isu bahwa untuk haji tahun 2021 ada pembatasan usia 18-50 tahun.

“Saya berpesan agar jika ada informasi atau isu-isu yang terkait pembatasan usia 18050 tahun untuk tahun depan jangan terpengaruh, karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan apapun secara resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait dengan skema haji tahun 2021. Untuk itu diharapkan kepada semua untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara Kakanwil menyampaikan agar  Keputusan Menteri Aagama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan haji tahun 1441 H/2020 M harus disosialisasikan kepada masyarakat terutama kepada calon jemaah haji terkait regulasi pembatalan.

“Harus ditanamkan bahwa ibadah itu pada prinsipnya mencari yang terbaik, dan InshaaAllah Allah akan memberikan kepada hambaNya sesuai kemampuan. Dan terbitnya KMA Nomor 494 Tahun 2020 tersebut karena alasan kesehatan, keselamatan, dan keamanan Jemaah Haji di masa pandemi Covid-19 dan agar kita dapat mensosialisasikannya hingga sampai ke masyarakat,” imbunya.

Dikesempatan yang sama Nanag Samodra dalam paparannya menyampaikan panduan penyelenggaraan umrah di masa pandemic Covid-19.

“Kami sebagai wakil rakyat yang diberi amanat akan berupaya  membantu masyarakat terutama NTB untuk berjuang di pusat karena banyak hal yang perlu diperjuangkan untuk membangun daerah NTB.

Dari kegiatan Desiminasi Pembatalan Keberangatan Jemaah Haji ini dapat disimpulkan bahwa maksud dan tujuan pemerintah sangat baik, yaitu mengutamakan keselamatan dan kesehatan para calon jemaah haji dan umrah selama wabah Covid-19 masih berlangsung atau belum berakhir. Bagaimanapun juga, dalam hal ini pemerintah lebih mengedepankan kesehatan dan keselamatan jemaah, karena untuk saat ini menolak kemudhorotan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan,” tutupnya.

 

Penulis
Humas Mataram
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca