Lompat ke isi utama
x

Pesan DPR RI Komisi VIII; Jangan Sampai KBIHU Disebut Jualan Haji

Magelang

Magelang (PHU) – Kementerian Agama Kabupaten Magelang gelar kegiatan Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah haji dan Umroh (KBIHU) Angkatan IX di Grand Artos & Convention Center Kabupaten Magelang. Peserta terdiri dari KBIHU, pegawai Kemenag Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Sabtu. (28/11)

Hadir sebagai narasumber, Anggota DPR RI Komisi VIII Muslich Zainal Abidin menyampaikan jangan sampai KBIHU disebut masyarakat sebagai jualan haji. Hanya karena disebabkan ulah KBIHU menerima banyak badal haji dari jemaah yang hal tersebut memang tidak dibenarkan.

“Jangan sampai KBIHU menerima badal haji dari puluhan atau bahkan ratusan orang yang meminta dibadalkan hajinya karena secara syariat tidak bisa melaksanakannya, padahal satu orang jemaah haji hanya dapat melakukan badal haji atas nama satu orang, kalau KBIHU melakukan itu, maka jangan salahkan muncul image KBIHU jualan haji,” terang Muslich.

“Kami di Dewan serius memikirkan umat agar bisa melaksanakan haji dengan tenang dan senang, lha malah KBIHU bakul Haji dengan enak saja menerima badal haji kok banyak orang, apalagi sampai ratusan orang, jelas itu bohong,” katanya.

Sementara Plt. Kepala Kankemenag Kab. Magelang, Fatchur Rochman pada kesempatan yang berbeda usai mengikuti acara pembinaan KBIHU, menyampaikan, berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, selama ini memang masih ditemukan beberapa kelemahan, oleh karena itu perlu dilakukan penyempurnaan aturan dan perbaikan dalam praktik penyelenggaraannya.

“Perbaikan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah tidak cukup hanya sebatas pada perbaikan kualitas pelayanan terhadap jemaah tetapi perbaikan tersebut harus menyentuh seluruh aspek yang ada di dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah meliputi Jemaah Haji, Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler, BPIH, KBIHU dan hal-hal terkait lainnya,” kata Fatchur Rochman.

Dalam Undang – undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pasal tiga disebutkan penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah bertujuan salah satunya memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi Jemaah Haji dan Jemaah Umrah sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat.

Sedangkan terkait tugas-tugas KBIHU disebutkan dalam regulasi yang sama pasal 53 antara lain; KBIHU melakukan bimbingan dan pendampingan Ibadah Haji sesuai dengan standardisasi bimbingan dan pendampingan; KBIHU hanya melakukan bimbingan dan pendampingan kepada Jemaah Haji yang memerlukan jasa KBIHU.

“Tentang KBIHU baik tugas atau wewenangnya semua sudah diatur dalam perundang-undangan dan peraturan Menteri, sehingga kita dalam melaksanakan kerjasama dengan KBIHU dalam pembimbingan terhadap jamaah calon haji mengacu kepada aturan tersebut. Sebagai syarat untuk mendapatkan kuota pembimbing dari menteri KBIHU harus terpenuhi hal-hal antara laian; memiliki pembimbing yang telah lulus seleksi dan memenuhi standar pembimbing; dan memperoleh Jemaah Haji paling sedikit 135 (seratus tiga puluh lima) orang untuk 1 (satu) orang pembimbing,” kata dia.

 

 

Penulis
Toy
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca