Lompat ke isi utama
x

Tidak Pakai Qur'ah, Penetapan Kloter Ditentukan Oleh Bidang PHU

kalsel

Banjarbaru (PHU) – Biasanya, dalam jumlah kuota normal pada pemberangkatan jemaah haji pada tahun-tahun sebelumnya, mekanisme penentuan 'kelompok terbang' (kloter) ditentukan dengan cara qur'ah/pengundian. Namun untuk tahun 1443 H / 2022 M ini penentuan kloter tersebut akan ditetapkan oleh Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

“Biasanya, qur’ah dilakukan melalui aplikasi e-qur’ah dengan cara menekan tombol mouse komputer yang terhubung dengan layar lebar, yang selanjutnya aplikasi secara otomatis akan menentukan sendiri nomor kloter jemaah haji dari masing-masing kabupaten/kota se-Kalsel, namun untuk tahun ini berbeda,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konfirmasi Pelunasan dan Pembayaran Pelunasan Bipih Tahun 1443 H/ 2022 H pada Selasa (10/5/2022).

“Karena jumlah kuota kita tidak full 100% dan tidak ada satupun kabupaten/kota yang jumlah jemaah hajinya mencukupi 1 kloter, maka dalam penyusunan komposisi kloter semuanya diserahkan dan ditetapkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal ini Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Dan untuk tahun ini kita putuskan penentuan kloter Kalsel tidak akan melakukan undian/qur’ah kloter,” sambung Tambrin.

Di samping itu, perbedaan atau perubahan juga terjadi pada mekanisme, sistem dan persyaratan dalam pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji).

“Kami di Kanwil dapat merasakan bagaimana para Kepala Seksi Kankemenag Kabupaten/Kota dalam mengahadapi berbagai macam protes, keluhan dan komplain akibat yang ditimbulkan dari penetapan kebijakan ini, tapi karena ini adalah merupakan kebijakan dari negara lain (Arab Saudi -red) dan semua negara harus patuh terhadap kebijakan tersebut maka suka atau suka kita harus mengikutinya,” terangnya.

“Untuk itulah melalui rapat koordinasi ini diharapkan kita bisa bersama-sama untuk menyamakan persepsi terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan, sehingga dapat mempermudah tugas kita di lapangan dalam memberikan penjelasan atau informasi kepada para jemaah haji,” harapnya.

“Terakhir, kami berharap mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan suatu kesepakatan dan persepsi yang sama guna peningkatan layanan kepada masyarakat serta dapat menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini,” tandas Tambrin lagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Bidang PHU Kanwil Kemenag Kalsel dan Seksi PHU Kemenag Kabupaten/Kota serta pihak Dinas Kesehatan.

Penulis
Humas Kemenag Banjarbaru
Editor
Mustarini Bella Vitiara

Jumlah Pembaca