Lompat ke isi utama
x

Indonesia Masih Menunggu Kepastian Haji 2021

Banjar

Banjarmasin (PHU) – Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kota Banjarmasin Burhan Noor, menyampaikan informasi terbaru dari Arab Saudi bahwa penyelenggaraan haji 1442H/2021M akan dilaksanakan dengan “Kondisi Khusus”.

“Dipastikan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat karena masih pandemic untuk melindungi para jemaah dari covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait informasi terbaru penyelenggaraan haji 1442H/2021M, Selasa (11/05/21) di ruangan Kasi PHU Kemenag Kota Banjarmasin.

Burhan Noor menyampaikan, sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi mengatakan kepastian penyelenggaraan haji sudah ditunggu masyarakat Muslim Indonesia, bahkan dunia. Namun, Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian penyelenggaraan haji, belum ada penjelasan yang terkait rencana operasionalnya.

“Kita masih menunggu penjelasan bagaimana skema penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dengan opsi pelaksanaan haji seperti tahun lalu yang hanya diikuti oleh warga Saudi atau epkspatriat yang ada di sana atau ada izin untuk pemberangkatan jemaah dari negara luar Saudi, termasuk Indonesia,” sambungnya.

Menurut Burhan Noor, Kemenag Banjarmasin melalui Seksi PHU akan terus mengikuti perkembangan informasi mengenai rencana operasional penyelenggaraan haji 1442H/2021M dari Pemerintah Arab Saudi sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi ke pemerintah Indonesia.

“Rencana operasional untuk haji tahun ini akan segera diumumkan, otoritas kesehatan di Kerajaan terus menilai situasi dan mengambil semua tindakan untuk memastikan keamanan semua,” sampainya.

Sebelumnya, Kemenag RI telah merumuskan alur pergerakan jemaah disusun dengan tujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan jemaah, bila pemberangkatan haji dilakukan. Tentunya karena diberlakukannya protokol kesehatan maka akan ada beberapa penyesuaian dalam penyelenggaraan haji di masa pandemic.

“Yang terpenting adalah menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah sesuai dengan kontrol dan standar kesehatan, keamanan dan regulasi. Sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan mudah di dalam lingkungan yang aman,” pungkasnya.

Penulis
Kemenag Kalsel
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca