Lompat ke isi utama
x

Ini Program Inovasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Jawa Barat

jabar

Bandung Barat (PHU)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Adib membeberkan sejumlah inovasi terkait penyelenggaraan haji dan umrah di wilayahnya. Adib memaparkan beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama Jawa Barat dalam meningkatkan pelayanan umat khususnya jemaah haji Jawa Barat.

"Inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama Jawa Barat tidak terlepas dari 3 pilar yang menjadi pegangan kami dalam menjalankan program kinerja, yaitu Kementerian Agama sebagai pelayan tokoh agama dan umat, kemudian Kementerian Agama merupakan kepanjangantangan pemerintah pusat," kata Adin dalam acara Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) di Bandung Barat. Selasa (13/10).

Kepanjangantangan pemerintah pusat, tambahnya, bahwa Kementerian Agama Jawa Barat wajib untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh Kementerian Agama RI dan DPR RI.

"Maka, menjadi kewajaran Kementerian Agama memiliki hubungan yang erat dengan Komisi VIII DPR RI," ujarnya.

Kemudian yang terakhir yaitu Kementerian Agama merupakan mitra kerja pemerintah daerah baik provinsi dan Kab/kota. "Untuk menyukseskan program kinerja Kementerian Agama diperlukan adanya jalinan hubungan dan kerja sama yang harmonis dengan pemerintah daerah," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa sinergitas tidak akan berhasil apabila tidak ada kolaborasi yang mendukung program kinerja.

Sesuai dengan pilar inilah, Kementerian Agama Jawa Barat melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pelayanan terhadap umat. Saat ini, Kementerian Agama Jawa Barat sedang melakukan pembangunan Asrama Haji Indramayu yang dimana tanah yang untuk pembangunan ini merupakan tanah hibah dari Pemerintah Kab. Indramayu.

"Gagasan pendirian Asrama Haji Indramayu ini berawal dari akan digunakannya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai Embarkasi Haji Jawa Barat," ujar Adib.

Adib kembali memaparkan bahwa di dalam lingkungan Asrama Haji Indramayu juga akan didirikan Masjid Al Jabbar yang pembangunannya berasal dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Nanti juga di kawasan yang sama akan didirikan Museum Haji dan tempat manasik haji yang dibuat menyerupai Makkah sehingga tempat ini juga bisa digunakan Jemaah haji untuk manasik haji dan bisa juga dijadikan wisata religi bagi masyarakat umum," jelasnya.

Selain dari itu, Adib juga merencanakan akan mendirikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Jawa Barat di lokasi yang akan menjadi relokasi gedung Kanwil Kemenag Jawa Barat.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menghibahkan tanah seluas 5 hektar untuk relokasi gedung Kanwil Kemenag Jawa Barat dan nantinya di tanah tersebut selain gedung Kanwil akan didirikan juga PLHUT Jawa Barat," ungkapnya.

Adib menilai bahwa dengan adanya PLHUT ini pelayanan untuk jemaah haji dan umrah akan lebih efektif dan efisien.

"Saat ini saya sedang merencanakan dengan Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk membuat aplikasi bimbingan manasik haji yang tujuannya agar jemaah haji dapat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai bimbingan manasik haji," jelasnya.

Kembali Adib mengungkapkan bahwa beberapa inovasi yang telah digagas ini akan terus ditingkatkan dan dikembangkan tidak hanya dari fasilitas dan sarana tetapi juga aplikasi online yang dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap tahun depan Covid-19 akan mulai mereda dan menghilang sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat dilaksanakan kembali.

“Saya berharap pandemi ini cepat mereda, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat dilaksanakan kembali,” tandasnya.

 

Penulis
Novam Scorpiantrien
Editor
husni anggoro