Lompat ke isi utama
x

Jamarah di Kaltara, Kakanwil Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Sistem yang Dianggap Lemah

Kakanwil Kemenag Kalimantan Utara Suriansyah

TARAKAN (PHU) --- Dalam rangka meningkatkan layanan yang diberikan kepada calon jamaah haji, Kanwil Kemenag Kaltara kembali memetakan permasalahan dan tantangan yang dihadapi saat penyelenggaraan ibadah haji.

Bersama para Kepala Kankemenag kabupaten dan kota se-Kaltara, Kakanwil memimpin forum diskusi yang bertajuk Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) di lingkungan Kanwil Kemenag Kaltara. Kegiatan yang juga dihadiri parapihak terkait ini, digelar di Hotel Lotus Tarakan, Senin (28/9/2020).

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara Suriansyah mengatakan  bahwa Kementerian Agama hadir dalam penyelenggaraan ibadah haji untuk memastikan tiga hal. Yakni menyangkut pembinaan, perlindungan dan pelayanan. Ketiganya, dielaborasi dalam sistem penyelenggaraan ibadah haji, dimana melibatkan pihak-pihak terkait. Seperti Keimigrasian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan hingga lembaga lain yang berwenang di dalamnya, termasuk pemerintah daerah.

Suriansyah meminta kepada Kakankemenag se-Kaltara untuk menyampaikan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji yang ada di daerah. "Dari dasar ini, Saya minta Kepala Kantor (Kankemenag) kabupaten dan kota terus evaluasi. Supaya ada rekomendasi. Kesempatan ini, bisa dipaparkan mana saja yang dianggap lemah. Nanti di forum ini, kita diskusikan bersama dan cari solusi," tandasnya.

"Karena pada prinsipnya, jamaah harus dijamin, baik dari sisi pembinaan, perlindungan dan pelayanan. Itu amanah undang-undang," lanjut Suriansyah.

Kakanwil Kemenag Kaltara

Satu per satu para Kankemenag menyampaikan gambaran umum penyelenggaraan ibadah haji, baik dari sisi administrasi maupun teknis pelaksanaan. Kakanwil menginginkan dari catatan yang disampaikan, segera ditindaklanjuti untuk mengoptimalisasi layanan jamaah haji. Mulai dari layanan administrasi, pemberangkatan, pendampingan selama berada di Arab Saudi, hingga proses pemulangan.

Bahkan ia menekankan, soal pembinaan, calon jamaah haji harus dibekali secara menyeluruh terkait panduan penyelenggaraan ibadah haji. "Kemudian, soal pembinaan. Kita ingin semuanya tersentuh. Tidak ada jamaah haji satu pun yang terlewatkan. Kita lah yang kemudian proaktif dengan jamaah haji," tegasnya.

Dari sisi koordinasi, Kakanwil juga mempertegas langkah-langkah yang harus dibangun oleh Kementerian Agama di daerah. "Penting juga untuk membangun koordinasi lintas sektoral. Misalnya dengan Kementerian Perhubungan, atau Dinas Perhubungan di daerah," ujar Kakanwil.

Ia berharap layanan yang didapatkan para tamu Allah ini sesuai dengan standar, dan meningkatkan kepuasan jamaah haji. Oleh karena itu, melalui Jamarah, permasalahan yang dihadapi selama ini tidak lagi terulang.

"Kita berharap para jamaah puas dengan layanan yang diberikan. Apa saja yang kita lihat sempat terlewati pada tahun-tahun sebelumnya, kita perbaiki dan tingkatkan. Tidak boleh terulang di tahun-tahun berikutnya," pungkasnya. 

Penulis
Humas Kanwil Provinsi Kalimantan Utara
Editor
Boy Azhar