Lompat ke isi utama
x

Jamarah di Kemenag Kepri, Dirjen Sebut Inovasi Haji

Jamaroh

Batam (PHU) - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Nizar memberikan materi secara daring pada acara Jagong Masalah Haji dan Umrah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.(13/10).

Nizar mengatakan beragam inovasi baik di tanah air maupun di Arab Saudi dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

"Pada operasional haji tahun 2020 lalu, Kemenag telah menyiapkan beragam inovasi, namun terdapat inovasi yang belum dapat diimplementasikan kepada jemaah haji, khususnya inovasi yang pelaksanaannya di Arab Saudi, mengingat pemerintah Arab Saudi tahun ini tidak mengizinkan negara lain untuk mengirimkan jemaah haji sebagai dampak mewabahnya pandemi Covid-19," kata dia.

Selain inovasi di Arab Saudi, Nizar juga  menambahkan, saat ini jajarannya tengah menyiapkan beberapa inovasi terbaru untuk layanan di dalam negeri, salah satunya yaitu Layanan Pendaftaran Haji dengan Mobil Keliling. Inovasi ini untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan pendaftaran haji tanpa harus mendatangi kantor Kementerian Agama Kab/ Kota, khususnya yang mengalami kendala mobilitas akibat kondisi geografis wilayahnya.

“Ini ada inovasi baru lagi, mobil pendaftaran, jemput bola untuk jemaah yang tinggal di wilayah pelosok, seperti SIM Keliling," terang dia.

Terkait umrah, pada kesempatan ini, pria yang merangkap sebagai Plt. Sekjen Kemenag itu juga menegaskan bahwa kepastian keberangkatan jemaah umrah masih menunggu pengumuman resmi dari Arab Saudi. Ia mengatakan Arab Saudi akan membuka secara bertahap pelaksanaan ibadah umrah.

"Tahap pertama, 4 Oktober 2020 hanya untuk warga negara Arab Saudi dan warga negara asing yang sudah tinggal di sana dengan jumlah 30% dari kapasitas Masjidil Haram. Tahap pertama kuota dibatasi 30% dari kapasitas Masjidil Haram," ujarnya.

Tahap kedua, mengizinkan warga negara Arab Saudi dan warga negara asing yang sudah berdomisili di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah pada 18 Oktober 2020. “Jumlahnya menjadi 75% dari kapasitas Masjidil Haram, ini artinya sekitar 15 ribu jemaah umrah per hari dan 40 ribu jemaah shalat di Masjidil Haram," tambahnya.

Terakhir, mengizinkan negara di luar Arab Saudi untuk mengirimkan jemaah umrahnya pada 1 November 2020 dengan catatan menunggu pengumuman resmi perkembangan pandemi Covid-19 dan rilis resmi daftar negara yang diizinkan untuk mengirimkan jemaah umrah.

“Diperbolehkan untuk orang non Arab yang datang dari berbagai negara tanggal 1 Nopember, tapi ada catatannya. Pertama menunggu perkembangan Covid-19, kedua ada rilis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, negara-negara yang diizinkan untuk mengirimkan jemaah umrahnya”, ungkapnya.

“Mudah-mudahan Indonesia tidak dilarang dalam list Kementerian Kesehatan Arab Saudi”, harapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto mengharapkan penyelenggaraan haji dapat normal dilakukan pada tahun 2021.  Hal itu menurutnya merupakan keinginan besar masyarakat Kepri karena waiting list sudah mencapai 23ribu orang calon jemaah haji dengan masa tunggu sampai 23 tahun.  

“Embarkasi Batam sejak berdiri pada tahun 2000 sudah memberikan layanan terbaiknya kepada jamaah haji dengan melayani jamaah haji asal empat provinsi, dimana dua diantaranya embarkasi antara. Kami ingin lebih mendekatkan pelayanan haji kepada masyarakat,” ujar Kakanwil. 

Kakanwil mengharapkan semua pihak dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mewujudkan layanan haji yang terbaik. Bahkan dia mengatakan revitalisasi asrama haji Batam perlu dilakukan untuk mengembalikan kejayaan haji zaman dahulu. 

“Saya berharap Batam menjadi hub langsung untuk layanan umroh yang memiliki multiplier effect dalam bidang ekonomi dimana Batam bisa memetik manfaat surplus cash flow yang masuk. Dan lebih lanjut kita akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melahirkan pembimbing haji yang profesional,” ujar Kakanwil. 

Dikesempatan yang sama dalam laporannya Kabid PHU Kanwil Kemenag Kepri Afrizal mengatakan Indek kepuasan penyelenggaraan haji meningkat dari tahun ke tahun dan terakhir menurut survey BPS sebesar 85.91%. 

“Ini menandakan layanan haji yang sangat memuaskan”, kata Afrizal.  

Afrizal mengatakan dalam bidang penyelenggaraan ibadah haji sejumlah terobosan sudah dilakukan. Diantaranya inovasi dalam bidang catering, tata kelola administrasi, manasik haji sepanjang tahun, manasik haji virtual dalam rangka menampilkan pelayanan yang optimal.

Jamarah menurut Afrizal merupakan kegiatan tahunan yang mengupas secara tuntas permasalahan haji dan umroh karena melibatkan seluruh stakeholders perhajian. Kegiatan melibatkan sebanyak 100 orang peserta dari berbagai unsur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

“Kita melibatkan KUA kecamatan, PPIU, KKP, Dinkes, Penyuluh dan lain-lain,” kata dia.

Penulis
Humas Kepri
Editor
Ranita