Lompat ke isi utama
x

Jatim Miliki 1000 Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim Moh. Nurul Huda

Surabaya (PHU) --- Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim Moh. Nurul Huda mengatakan dengan selesainya proses Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan III ini maka Jawa Timur memiliki 1000 Pembimbing bersertifikat dan berstandar nasional dengan jemaah sekitar 135 ribu.

"Sertifikasi pembimbing manasik haji, merupakan upaya mendorong pembinaan, petugas pendamping jemaah haji, utamanya dari segi manasik haji, sehingga dapat menghasilkan pembimbing ibadah haji, yang betul-betul profesional di bidangnya," ucap Moh. Nurul Huda.

“Jangan hanya berorientasi duniawi saja tapi yang terpenting berorientasi ukhrowi,” tambahnya.

Moh. Nurul Huda berharap bisa lulus dan menjadi pembimbing yang handal yang bisa mengantarkan jemaah haji yang mandiri.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Nurul Huda saat menutup giat Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan III di hall Mina, Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Ahad (20/2020).

Jatim Miliki 1000 Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat

Turut hadir pada acara tersebut Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uinsa Surabaya, Abdul Halim, Kepala UPT Asrama Haji Surabaya, Sugianto, seluruh Assesor dan Panitia.

Acara tersebut diikuti oleh 100 peserta terdiri dari unsur ASN Kemenag.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uinsa Surabaya, Abdul Halim, yang mewakili Rektor menyampaikan, Kementerian agama tugasnya berat selain bertanggung jawab kepada Pemerintah dan masyarakat juga bertanggung jawab kepada Allah, kaitannya dengan membangun agama. “Pembimbing itu khodimul hujaah sebagai seorang pelayan yang membina jemaah. Jaga betul substansi materi haji yang telah disampaikan, untuk meningkatkan kompetensi.

Panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua peserta wajib membawa surat swab negatif, menjelang pulang juga di swab, satu kamar satu peserta, memakai pola daring dan luring, menjaga jarak, tidak bersalaman dengan sesama peserta dan narasumber, tidak berfoto bersama, memakai masker dan rajin mencuci tangan. Selain itu selama kegiatan peserta dilarang keluar asrama dan selama acara berlangsung konsumsi makanan disajikan dalam bentuk box, untuk menghindari kerumunan.

Kasi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Moh. Ersat menyampaikan terimakasih kepada Kepala UPT Asrama Haji Surabaya yang telah membantu dan memfasilitasi giat ini. Ia Juga berterimakasih kepada semua peserta yang telah mematuhi protokol kesehatan. 

Penulis
Laidia Maryati
Editor
Boy Azhar

Jumlah Pembaca