Lompat ke isi utama
x

Jemaah Haji Jeneponto Rindu Baitullah

makassar

Makassar (PHU) -  Penundaan keberangkatan haji 2 tahun (2020 - 2021), bukan hanya semakin mempertebal ghirah jemaah haji ke tanah suci, tapi juga mempertebal kerinduan Masyarakat Kab. Jeneponto ke Asrama Haji mengantar dan menjemput Jemaah Hajinya, Ungkap Ali Yafid saat memberi sambutan pada Acara Sosialisasi KMA (Keputusan Menteri Agama) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 di gedung Sipitangari Kota Jeneponto (Selasa, 12/10/2021)

Acara dihadiri Kakanwil Kemenag Prov. Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Jeneponto, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kabag Kesra Pemkab Jeneponto, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Jeneponto, Kakankemenag Jeneponto dan sejumlah pejabat terkait dari Kanwil Kemenag Prov. Sulsel dan Kemenag Kab. Jeneponto.

Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel Khaeroni dalam Arahannya mengatakan ibadah haji merupakan impian setiap umat Islam di seluruh dunia, bahkan yang sudah berkali-kali melaksanakan masih sangat ingin kembali, termasuk di Jeneponto. "Jangankan calon jemaah hajinya yang rindu ke tanah suci untuk berhaji, pengantar jemaah hajinyapun sudah sangat rindu ke asrama haji," ungkapnya.

Sebelum penundaan haji, persiapan haji sudah dilakukan sangat optimal oleh Kementerian Agama dan stakeholder. “Pemerintah tidak gegabah dalam menentukan keputusan, sebagaimana yang ditegaskan Menteri Agama, keputusan pembatalan haji ini semata-mata demi keselamatan jamaah,” terang Khaeroni dihadapan 100-an jemaah haji Jeneponto.

dikesempatan yang sama Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yaris dalam sambutannya sangat berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 sudah bisa normal dan kuota haji Indonesia bisa bertambah, yang imbasnya tentunya kuota Kab. Jeneponto juga bisa bertambah.

Paris juga berpesan kepada seluruh jemaah haji agar tidak usah gusar dan percaya dengan berita berita bohong dan fitnah seputar haji yang beredar diluar.

"Janganmaki percaya sama berita-berita hoaks di luar terkait penundaan keberangkatan haji selama 2 tahun berturut-turut, kebijakan tersebut semata mata diambil untuk keselamatan dan kemaslahatan kita semua," Tegas dia.

"Bersabarmaki, jaga kesehatanta semua, janganki lupa berdoa, semoga pandemi bisa berakhir dan penyelenggaraan haji tahun depan bisa terlaksana normal kembali," ucapnya diamini semua peserta.

Salah seorang jemaah haji asal Kec. Bontoramba, Jumania Binti H. Mansa (52 Thn), mengaku tak henti hentinya mengucap Syukur Alhamdulillah, meskipun Ibu yang berprofesi sebagai petani dan Ibu rumah tangga ini tak menampik, sempat ada rasa kecewa dan sedih dalam dirinya karena 2 tahun pemerintah Indonesia mengambil keputusan itu. 

sulawesi

“Alhamdulillah karena Allah masih melindungi jiwa dan kesehatan kami dengan penundaan ini. Kami sepenuhnya bisa memahami keputusan pemerintah. Dalam situasi yang masih mengkhawatirkan ini sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk memberangkatkan jemaah,” kata Ibu 4 anak ini.

“Kami sama sekali tidak keberatan, walaupun usia kami menjelang lansia, kami menerima dengan lapang dada keputusan pemerintah,” tukas Jumania.

Ia pun yakin, Allah memiliki rencana terbaik atas penundaan ini. Dan di masa pandemi ini, Jumania sadar kesehatan menjadi hal utama yang harus dijaga. “Karena kesehatan bagi kami lebih penting. InsyaAllah kalau Allah mengizinkan, tahun depan kami sudah siap berangkat haji,” ucapnya dengan penuuh keyakinan.

Menurut Kakankemenag Jeneponto Saharuddin,  dari data terbaru Siskohat perbulan Oktober 2021, jumlah pendaftar haji sebanyak 13.452 orang, sementara kuota haji terakhir sebesar 339 orang, maka jika hari ini mendaftar Haji di Kab. Jeneponto, jemaah haji punya estimasi waktu tunggu selama 39 Tahun.

Penulis
Mawardi
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca