Lompat ke isi utama
x

Jemaah Haji Siap Lakukan Pelunasan Biaya Haji 

jh

Jakarta (PHU)—Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jamaah haji reguler, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) segera dibuka esok hari. Kamis (19/03).

Direktur Pengelolaan Dana Haji Maman Saepullah mengatakan bahwa pelunasan dibagi dalam dua tahap.

“Tahap pertama akan dibuka dari 19 Maret sampai 17 April 2020. Sedang untuk tahap kedua dibuka dari 30 April sampai 15 Mei 2020,” terang Maman Saepulloh di Jakarta, Rabu (18/03).

Menurutnya, pelunasan dilakukan setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 - 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 - 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 - 17.00 WIT.

“Mulai tahun ini, selain datang langsung ke Bank Penerima Setoran awal (BPS), pelunasan juga bisa dilakukan secara non teller melalui internet dan mobile banking,” jelasnya.

“Sebelum melakukan pelunasan, jemaah yang berhak melakukan pelunasan biaya haji tahun ini, agar melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit. Sebab, keterangan istitha’ah secara kesehatan, menjadi salah satu syarat melakukan pelunasan,” sambungnya.

Ia mengimbau kepada jemaah untuk memaksimalkan pelunasan secara non teller baik melalui internet maupun mobile banking, untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona, kami menyarankan jemaah untuk memaksimalkan pelunasan secara non teller,” tutur Maman.

Khusus untuk jemaah haji yang masih melakukan pelunasan di bank, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar gunakan masker serta selalu menggunakan hand sanitizer.

“Untuk jemaah yang melakukan pelunasan di bank, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar gunakan masker,” imbaunya. 

Ditemui terpisah, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Muhajirin Yanis mengatakan seluruh persiapan pelayanan haji didalam negeri masih sesuai jadwal. Terkait virus corona, kesiapan Asrama Haji untuk menampung jemaah haji juga sudah dilakukan seguia dengan prosedur dari aspek sanitasi sampai dengan higienisasi.

“Sebagaimana prosedur yang berlaku, dari aspek sanitasi dan sebagainya dan jadwal terakhir dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk pemeriksaan dari sisi higienitas itu adalah seminggu sebelum jemaah haji berangkat, disamping itu teman-teman yang di Asrama Haji juga terus bebenah menyiapkan pelayanan, mudah-mudahan itu semakin bagus karena gedungnya juga sudah bagus dan siap melakukan pelayanan kepada jemaah lebih baik,” terang Muhajirin.

Untuk maskapai pengangkut jemaah haji, kata Muhajirin. Kemenag sudah menetapkan 3 perusahaan maskapai penerbangan yang akan mengangkut jemaah haji Indonesia. Ketiga maskapai tersebut adalah, Garuda Indonesia, Saudia Arabia serta Flynas.

Untuk maskapai Flynas, kata Muhajirin akan mengangkut jemaah haji asal Embarkasi Palembang (PLM), pihaknya juga berkoordinasi ke Palembang dan sudah memperkenalkan maskapai tersebut ke unit terkait, agar segera melakukan persiapan dalam proses angkutan udara dan diembarkasi.

“Persiapan dari sisi pengangkutan udara saya kira prinsipnya sudah clear dan tentunya nanti menunggu perkembangan selanjutnya. Ketiga maskapai tersebut sudah menandatangani kontrak dan Insya Allah akan mengangkut jemaah haji dari Tanah Air dan kita berharap ini dapat berjalan dan sukses sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sebelumnya,” ujar Mantan Kepala Kanwil Kemenang Gorontalo ini.

Terkait pelunasan, lanjutnya, untuk mengantisipasi kerumunan banyak orang dan penyebaran wabah corona, pihaknya akan memaksimalkan sistem pelunasan secara online tanpa tata muka, ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut. “Kita menghindari ada kerumunan orang banya dan akan dijadwalkan bertahap, tentu ini menjadi langkah prosedur yang harus diikuti untuk menghindari dan memutus mata rantai dari terjangkitnya wabah ini, sehingga kita sangat selektif dan hati-hati serta sedapat mungin harus dilakukan, sepanjang bisa secara online, kita maksimalkan secara online, misalnya pelunasan, kita bersyukur tahun lalu kita sudah ujicoba pelunasan secara online atau non teller, maka tahun ini kita maksiumalkan pelunasan secara online,” terangnya.

“Apabila jemaah haji tidak bisa melakukan pelunasan secara online tapi jemaah hajinya memiliki dana yang tersedia direkening tabungan, maka dia bisa melakukan pelunasan dengan meminta bantuan petugas bank untuk mendebetkan dananya, jadi mendebetkan dananya sehingga jemaah haji bisa mengirim surat kuasa atau mengirim pesan melalui whatsapp atau email ke BPS BIPIH untuk mendebetkan rekeningnya,” sambungnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro