Lompat ke isi utama
x

Kabupaten Pangkep Bakal Punya Gedung Layanan Haji dan Umrah Terpadu

pangkep

Pankep (PHU)—Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan kedepannya bakal memiliki Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT). Gedung ini berlokasi di Jalan Andi Mauraga Timur Pangkep dan didanai dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2021. Gedung PLHUT Pangkep ini gedung merupakan PLHUT ketiga yang dibangun di Sulawesi Selatan. Sebelumnya juga suado dibangun PLHUT di Kab. Wajo dan PLHUT Kab. Bulukumba.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mengatakan dengan adanya gedung dan fasilitas simulasi manasik haji nantinya akan memudahkan masyarakatnya sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke asrama haji Sudiang Makassar.

"Selain untuk memberi pelayanan maksimal kepada calon jemaah haji asal Kabupaten Pangkep, hadirnya PLHUT ini juga akan mensupport visi misi religi yang dicanangkan Pemda Pangkep sekaligus akan menjadi objek wisata religi", lanjutnya.

Dikatakan Yusran, dirinya akan mendukung penuh pembangunan PLHUT ini, bahkan berjanji akan membiayai secara pribadi pembangunan simulasi manasik haji di area gedung PLHUT nantinya. "Perlengkapan simulasinya saya bantu secara pribadi. Bukan anggaran dari Pemda,” imbuhya.

Lebih lanjut ia membeberkan bahwa Kab. Pangkep memiliki 13 kecamatan, yaitu 2 di pegunungan, 7 di sekitar kota dan 4 di kepulauan. "Yang di kepulauan ini yang sulit dijangkau. Untuk itu kami herharap ada program dari Kemenag bisa hadir di pulau-pulau tersebut untuk memberi layanan kepada masyarakat kami,” pintanya.

pangkep

Kepala Kawil Kemenag Sulsel Khaeroni mengungkapkan apresiasinya kepada Bupati Pangkep yang akan membantu membiayai pembangunan miniatur manasik haji di area PLHUT Pangkep.

Untuk pembangunan gedung PLHUT dan miniatur manasik haji di Pangkep, Khaeroni berharap fasilitas tersebut dapat membantu umat Islam Pangkep sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan tata cara yang baik dan benar.

Ia mengimbau kepada seluruh jajaran pegawai Kemenag Pangkep agar berkolaborasi dengan Pemda melalui penyuluh dan penghulu untuk mensosialisasikan program-program Pemda disamping program Kemenag sendiri.

Kepada pengelola proyek, Khaeroni meminta agar benar-benar mematuhii aturan yg berlaku. "Jangan kongkalikong karena di lingkungan kami benar-benar telah transparan. Saya sama sekali tidak ikut dalam proyek ini karena saya tidak ingin ada beban dalam hidup saya. Cukup dikelola secara tranparan dan sesuai aturan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pangkep Nur Halik mengatakan nantinya PLHUT Pangkep ini berbeda dari 2 gedung pendahulunya di Kab. Wajo dan Bulukumba, dimana gedung PLHUT Pangkep ini akan dilengkapi dengan fasilitas simulasi manasik haji.

“Diharapkan gedung PLHUT ini menjadi gedung ikonik di Pangkep,” kata Nur Halik saat peletakan batu pertama pembangunan PLHUT Kab. Pangkep. Selasa (22/6/2021).

Turut hadir Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H. Muhammad Yusran Lalogau (MYL), Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Khaeroni, Dandim 1442 Pangkep Letkol Inf. Hengky Vantriardo, Kabid Pemyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid serta perwakikan dari Polres Kab. Pangkep.

Terpisah, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pangkep Zulkifli Idris usai peletakan batu pertama, menyampaikan harapannya bahwa dengan hadirnya gedung PLHUT plus taman manasik haji ini, akan menjadi ikon baru di Kab. Pangkep nantinya.
 

 

 

 

Penulis
Andi Baly
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca