Lompat ke isi utama
x

Kakanwil Kemenag Prov. Sumbar Sampaikan Hikmah Pembatalan Haji 2020

Padanggg

Padangpanjang (PHU)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Hendri menyampaikan nilai kemaslahatan dari pembatalan keberangkatan haji pada tahun 1441H/2020M ini.

Hal tersebut dikemukakannya saat memberikan materi pada Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442/2020 M angkatan pertama di Hotel Aulia Padangpanjang, Senin (21/12).

Menurutnya kebijakan Kemenag dalam pembatalan keberangkatan haji semata-mata demi perlindungan terhadap Jemaah haji. Hendri menjelaskan, dengan ditundanya keberangkatan jemaah haji karena adanya pandemi Covid19 ini, pemerintah dalam hal ini Kemenag telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji.

“Pemerintah Indonesia memberikan keputusan menyangkut tentang pembatalan ibadah haji ini sudah barang tentu hasil keputusan bersama dengan Komisi VIII DPR RI. Bukan semata keputusan Kementerian Agama,” kata dia.

Meski demikian, Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI sepakat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji dan umrah, walaupun mengalami penundaan keberangkatan jemaah haji pada tahun 2020 ini.

"Dua lembaga ini saling mendukung, bahu membahu, bagaimana penyelenggaraan ibadah haji yang profesional dan handal membangun masyarakat yang sholeh, cerdas, handal, dan moderat dan unggul demi mewujudkan masyarakat yang berdaulat,mandiri, dan berkepribadian berdasarkan Undang undang," terangnya. 

Selanjutnya dia juga menjelaskan 3 (tiga) skenario besar yang telah disepakati Kemenag dan DPR RI, yang telah disiapkan menghadapi musim haji 2021.

Pertama, memberangkatkan semua jemaah haji ke tanah suci. Kedua, diberangkatkan secara terbatas, 20 persen, 40 dan 60% tergantung kebijakan Arab Saudi. Dan opsi terakhir dibatalkan lagi seperti tahun 2020.

Hendri juga mengungkapkan hikmah pembatalan haji tahun ini pemerintah dapat menyelenggarakan manasik haji sepanjang tahun. 

Pertama, membekali jemaah akan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas tentang ibadah haji. Misalnya bisa membayangkan posisi Ka'bah berada dimana, jemaah mampu membayangkan rukun Hajar Aswad dengan rukun qiradh, atau pun rukun haji lainnya.

Kedua, dengan manasik haji sepanjang tahun, diharapkan  jemaah haji bisa jauh lebih mandiri. "Kalau sudah mandiri, tidak perlu terlalu bergantung lagi kepada pembimbing ibadah baik itu perihal ibadah maupun teknis lainnya," katanya.

Ketiga, dengan adanya kesempatan bermanasik haji sepanjang tahun dapat mengantarkan jemaah menjadi manusia yang sabar, ikhlas sehingga bisa mendapatkan predikat haji mabrur. "Siapa yg tidak sabar dengan ujian dan tidak bersyukur dengan nikmat tuhan maka keadilan tuhan tidak turun,"pesan Kakanwil mengakhiri materinya.

Penulis
Vera
Editor
Ranita

Jumlah Pembaca