Lompat ke isi utama
x

Kanwil Kemenag Prov. Sumbar Gelar Diseminasi Pembatalan Haji Tahun 1442H

Kemenagsumbar

Padang Panjang (PHU) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI melalui Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat menggelar  Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442 H/2020, yang bertempat di Hotel Aulia(21/12).

Peserta kegiatan berjumlah 100 (seratus) orang yang terdiri dari 15 orang unsur ASN Kanwil Kemenag Sumbar, 15 orang utusan ASN Kemenag Kota Padangpanjang, utusan Penyuluh Agama Islam sebanyak 20 orang, jemaah haji 40 orang dan 10 unsur mahasiswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri, didampingi Kepala Bidang PHU Joben dan Kakankemenag Kota Padangpanjang.

Dalam sambutannya Hendri mengatakan kebijakan Kemenag dalam pembatalan keberangkatan haji semata demi perlindungan terhadap Jemaah haji.

Menurutnya, diseminasi ini untuk memberi gambaran yang lebih jelas terkait kebijakan pembatalan haji 2020 dan juga seperti apa kebijakan pemerintah setelah pembatalan.

"Agar tidak terjadi kesalahpahaman, tidak muncul prasangka atau suudzon dari masyarakat terhadap pemerintah," katanya.

Disinilah pentingnya diselenggarakan diseminasi haji. Bahkan Atas persetujuan dari Komisi VIII DPR RI terselenggaranya acara diseminasi di Sumatera Barat, sambungnya.

Sebelumnya, Uswatman Kepala Seksi Pendaftaran Dokumen Haji selaku panitia melaporkan dasar kegiatan UU nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, PMA nomor 13 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan haji reguler, KMA 494 tahun 2020 tentang pembatalan haji Tahun 2020.

Tercatat, sedikitnya ada 5 tujuan digelar diseminasi ini. Pertama, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada jemaah haji tentang tata cara terkait pembatalan dan pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 M/1441 H. Kedua, untuk memberikan informasi kepada calon jemaah haji tentang cara bimbingan manasik haji dan umrah di Sumbar pada masa pandemi covid-19. 

Ketiga, semakin terbangun sinergitas antara DPR RI dan pemerintah dalam layanan ibadah haji kepada masyarakat.

Keempat, menampung masukan terkait permasalahan di lapangan dengan tujuan untuk meningkatkan layanan terhadap calon jemaah haji. Terakhir terwujudnya kemitraan dalam keberhasilan jemaah haji menuju haji yang mabrur.

Penulis
Vera
Editor
Ranita

Jumlah Pembaca