Lompat ke isi utama
x

Kemenag Ajak Kemenkes Perkuat Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah

HL

Makassar (PHU)—Kementerian Agama mengajak Kementerian Kesehatan untuk memperkuat Istitha’ah kesehatan jemaah haji dan umrah.Selain diberikan tata cara manasik dalam hal ibadah, Kemenag juga meninota Kemenkes intui memberikan wawasan terkait dengan wawasan kesehatan haji dan umrah.

“Selain diberikan tata laksana dan tata cara manasik haji dan umrah jemaah haji juga diberikan wawasan yang cukup terkait dengan kesehatan karena nantinya penerapan protokol. kesehatan juga akan diterapkan di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat Webinar Simposium dan Soft Launching Klinik Pembinaan Kesehatan Haji dan Umrah Terintegrasi RS Tadjuddin Chalid Makassar Sulawesi Selatan. Selasa (23/11/2021).

Hilman memberikan sambutan disela-sela kunjungan dengan rombongan Menteri Agama ke Arab Saudi.

Istitha’ah tersebut kata Hilman akan diperkuat disemua aspek, khususnya aspek kesehatan mengingat jemaah haji Indonesia sebagian besar masuk kedalam kategori lanjut usia (lansia) dengan masa tunggu lansia dengan usia 60-70 tahun jumlahnya 832ribu orang. Bahkan kata dia lansia diatas usia 100 tahun sebanyak 34 orang.

Sedangkan lansia yang masuk daftar tunggu usia 71-80 tahun sebanyak 176.516 orang. “Mereka harus mendapatkan prioritas bukan hanya daftar tunggu tetapi nanti akan didesainkan dan akan memberikan treatment, sehingga mereka akan melaksanakan ibadah nanti dengan sempurna,” terang hilman di Madinah.

Ia berharap, kepada seluruh peserta dapat berkomitmen dan berkontribusi langsung dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji dan umrah dari aspek kesehatan.

“Saya mengapresiasi Soft Launching Klinik Pembinaan Kesehatan Haji dan Umrah Terintegrasi  ini, mudah-mudahanan seluruh proses yang dilakukan mernjadi amal saleh bagi kita semua dan ini menunjukkan bahwa kita sebagai muslimin dan bapak ibu sebagai tenaga kesehatan punya komitmen dalam berkontribusi untuk memberikan layana dan perlindungan kepada jemaah haji pada aspek kesehatan,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai pembicara, Dirjen Pelayanan Keseahatan Kemenkes dr. Abdul Kadir, Kapus Kesehatan Haji Kemenkes dr. Budi Sylvana, Ketua SIG KFR Sosial PB PERDOSRI dr. Sharif Hasan Luthfie serta Ketua Perdokhi dr. Muh. Ilyas. 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca