Lompat ke isi utama
x

Kemenag Bukittinggi Jelaskan Juknis Pelimpahan Porsi Jemaah Haji

BT

Bukittinggi (PHU)—Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelimpahan Porsi Jamaah Haji Meninggal Dunia atau Sakit Permanen, Nomor porsi jemaah haji dapat dilimpahkan kepada Suami, Istri, Ayah, Ibu, Anak Kandung, Saudara Kandung. 

Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Kasmir berharap kerjasama semua pihak seperti Dinas Kesehatan, Camat, Lurah dan pihak terkait lainnya untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji agar amat undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 yang menyatakan bahwa penyelenggaraan haji itu meliputi  Pelayanan, Pembinaan , Perlindungan serta meningkatkan ketahanan dan kemandirian jemaah haji bisa terlaksana dengan baik. 

"Mari selalu kita tingkatkan sinergitas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama di bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah,”  ajaknya 

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Tri Andriani Djusair mengatakan bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi  melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus mensosialisasikan KMA Nomor 130 Tahun 2021 kepada berbagai pihak. 

"Porsi meninggal dunia yang dapat dilimpahkan jika jamaah tersebut meninggal terhitung mulai tanggal 29 April 2019 ( sejak di undangkannya UU No 8 tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah). Nomor porsi jemaah haji hanya dapat dilimpahkan 1 kali dan jika jemaah haji yang meninggal dunia punya lebih dari 1 porsi, yang boleh dilimpahkan hanya 1 porsi saja," jelasnya. 

Selanjutnya Kata Tri dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelimpahan Porsi jemaah haji meninggal dunia atau Sakit Permanen tersebut kita membutuhkan sinergitas dengan berbagai pihak. 

"Salah satu persyaratan yang harus dilengkapi oleh ahli waris adalah Surat Kuasa Pelimpahan Nomor Porsi Jama'ah, baik meninggal maupun sakit permanen yang ditanda tangani oleh seluruh ahli waris diketahui oleh RT/RW dan Lurah atau Kepala Desa. Diasamping persyaratan lain seperti Akte Kematian, surat keterangan sakit dari Rumah Sakit pemerintah, Bukti Setoran Lunas, Surat Keterangan Tanggung Jawab dari penerima pelimpahan porsi, KTP, KK Akte atau bukti lainnya," katanya.

 

 

Penulis
Syafrial
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca