Lompat ke isi utama
x

Kemenag dan DPR Sepakati Jemaah Tidak Tarik Biaya Haji

pas

Pasuruan (PHU)—Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nur Arifin menyebut antrian haji dimasa pandemi semakin panjang. Di era normal dalam setahun kuota haji dunia diberikan kurang lebih 2,5 juta dan Indonesia dapat kuota 221 ribu jemaah atau 10 sepuluh persen dari data penduduk.

Sementara di masa pandemi lanjut Nur Arifin, tahun kuota haji hanya 10 ribu yang diperuntukkan bagi penduduk Saudi. Tahun 2021 naik menjadi 60 ribu untuk penduduk Saudi dan Kedutaan atau Espatriat. Tahun 2022 kuota haji diizinkan Saudi 1 juta jemaah dan Indonesia mendapatkan kuota 100.051 ribu.

Hal ini kata dia mengakibatkan antrian atau masa tunggu haji menjadi panjang. Karena saat ini pendaftar haji setiap tahunnya mencapai angka 5,5 juta. Jika dibagi kuota normal sebanyak 221 ribu maka masa tunggu haji rata-rata 25 tahun secara nasional.

“Ketika kuota tidak normal, 5,5 juta pendaftar dibagi dengan kuota jemaah haji tahun ini 100.051 ribu maka masa tunggu ibadah haji nasional 55 tahun. Hal ini disebabkan adanya pengurangan kuota jemaah haji yang diberangkatkan. Jika kuota normal maka masa tunggu juga akan kembali normal,” ujar Nur Arifin saat menjadi pembicara kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji serta Sapa Jemaah Haji Provinsi Jawa Timur di Pasuruan. Selasa (15/11/2022).

Ia pun meminta kepada jemaah haji untuk tidak menarik biaya hajinya, apalagi kata dia ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi yang mampu dan termasuk dalam Rukun Islam kelima.

“Karena haji adalah ibadah wajib, kami meminta jemaah jangan Tergesa-gesa menarik biaya hajinya,” kata Nur Arifin.

pas

Hal senada juga dikatakan Anggota Komisi VIII DPR RI Annisa Syakur, Ia pun meminta jemaah haji yang sudah melunasi biaya haji ditahun 2020 ataupun jemaah haji yang termasuk dalam antrian untuk selalu sabar menunggu.

“Sabar menunggu pahalanya sama dengan berhaji,” jelas Annisa.

Dirinya juga berpesan kepada jemaah haji agar tidak terpengaruh dengan oknum-oknum yang meminta agar jemaah haji membatalkan atau menarik biaya hajinya dengan iming-iming untuk berangkat umrah.

“Jemaah sendiri jangan mau disuruh membatalkan biaya hajinya, karena haji itu ibadah wajib dan umrah ibadah sunnah” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, Kemenag harus meyakinkan dan memberikan pencerahan kepada jemaah terkait setoran haji. “Kemenag Kabupaten/Kota harus bisa memberikan pencerahan Kepala jemaah terkait setoran haji,” pintanya.

Hadir Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Pasuruan Moh. Isnaini Yulad, Subkoor Bina Umrah dan Haji Khusus Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jatim Makhsun, Kasi PHU Kemenag Kota Pasuruan Hadi Ismanto serta jemaah haji asal Pasuruan.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca