Lompat ke isi utama
x

Kemenag Kalteng Minta Calon Petugas Hajinya Paham Bahasa Lokal

asbli

Kotawaringin Timur (PHU)—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta calon petugas hajinya agar dapat berbahasa lokal, sehingga jika ada jemaah yang membutuhkan pelayanan dapat langsung direspon petugas.

“Kategori jemaah haji kita berbeda-beda dari tingkat stratanya, termasuk memahami bahasa daerahnya masing-masing, makanya kalau kita jadi petugas harus memahami bahasa-bahasa daerahnya,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kalteng Moh. Asbli saat Webinar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Virtual Advokasi Haji yang digagas Subdit Advokasi Haji Ditbina Haji. Kamis (18/11).

Menurutnya, di Kalimantan Tengah sendiri ada beberapa macam bahasa lokalnya seperti bahasa Banjar, bahasa Dayak, bahasa Bakumpai serta bahasa Melayu, maka dari itu penguasaan Bahasa oleh petugas haji harus dikuasai. “Kita harus menyesuaikan masyarakat kita bagaimana mereka dalam berbahasa dan berbudaya saat nanti di Tanah Suci,” terangnya.

Kuota Provinsi jemaah haji Kalteng berjumlah 1612, sedangkan jemaah yang sudah melunasi dan batal berangkat jumnlahnya 1558. Ia mengingatkan kepada jemaah haji asal Kalteng untuk selalu berdoa agar penyelenggaraan haji dapat dilaksanakan kembali tahun depan

“Jemaah haji yang batal berangkat tahun ini berharap tahun depan bisa berangkat, namun saya ingatkan untuk selalau berdoa kepada Allah SWT agar pandemi ini sirna di Kalteng dan didunia, karena kalau masih ada akan meaganggu kebarangkatan kita,” tandasnya.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro