Lompat ke isi utama
x

Kemenag Minta PPIU Jujur Sampaikan Informasi Jemaah Umrah yang Berangkat ke Tanah Suci

Arfi hatim

Bukittinggi (PHU)--Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menyampaikan informasi yang jujur dan apa adanya terkait jemaah umrah yang berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah Umrah.

"Ini untuk memberikan kepastian keamanan dan keselamatan bagi jemaah kita yang akan melaksanakan ibadah umrah," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim saat Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji di Bukittinggi Sumatera Barat. Selasa (22/12).

Kemenag, kata Arfi sudah seringkali mengingatkan kepada PPIU untuk jujur apa adanya dalam melaporkan jemaah umrahnya ketika jemaah berada di Tanah Suci.

"Misalnya bahwa ketika akan sampai di Arab Saudi akan dilakukan proses karantina selama 3 hari dan selama proses karantina tersebut akan dilakukan lagi proses swab test Kemudian yang kedua umrah di masa pandemi pelaksanaan umrah nya hanya dilakukan satu kali," jelasnya.

Dijelaskan Arfi, masa pandemi, jemaah hanya bisa melakukan ibadah umrah selama 1 kali dan baru bisa melakukan umrah yang setelah 14 hari kemudian.

Seluruh proses penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi termasuk juga apa ibadah dan ziarah di di Masjid Nabawi dikendalikan Melalui aplikasi yang namanya I'tamarna dan Tawakalna.

"Aplikasi ini adalah aplikasi ini dibuat oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengendalikan proses penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi dan betul-betul terpantau dan terawasi dengan sangat ketat dan proses ini terus berjalan," ujar Arfi.

Ia mengakui, penyelenggaraan umrah tahun 2020 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi kata Arfi, ini merupakan kebanggaan tersendiri bahwa Indonesia diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrahnya.

"Tetapi perlu juga diketahui oleh para penyelenggara ibadah umrah dan masyarakat sekalian bahwa umrah pada masa pandemi ini sangat berbeda dengan kondisi normal, baik dari sisi persyaratan prosedur serta beberapa apa kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi semata-mata adalah untuk melindungi warga negara Arab Saudi termasuk juga warga negara Indonesia," paparnya.

Kegiatan ini diikuti 100 orang peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kota Payakumbuh, jemaah haji, Penyuluh Agama dan Mahasiswa. Dengan menghadirkan pembicara dari Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim dan Anggota Komisi VIII DPR John Kenedy Aziz.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca