Lompat ke isi utama
x

Kemenag Nagan Raya Aceh Gencar Sosialisasi UU Haji dan Umrah

aceh

Banda Aceh (PHU)---Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh gelar Sosialisasi Undang-Undang (UU) tentang Haji dan Umrah, Rabu (16/09).

Sosialisasi regulasi ibadah haji dan umrah, yang berlangsung di Aula Kankemenag Nagan di Suka Mamue itu, diikuti peserta dari para Kepala KUA, kepala madrasah, Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten, dan tokoh masyarakat di Nagan Raya.

Kakankemenag Nagan Raya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat sangat membutuhkan informasi informasi tentang haji.

"Lebih-lebih lagi pada masa pandemi ini. Perlu ada info yang akurat dan pasti, sehingga masyarakat betul memahaminya," kata Samhudi, yang sebelumnya diamanahkan sebagai Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh.

Samhudi menambahkan, sosialisasi digelar ini dengan peserta terbatas, serta dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Harapan kami kepada peserta bisa menyampaikan secara luas kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji," kata Samhudi, admin Sistem Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Aceh dan pernah selaku Petugas PPIH Arab Saudi (Formasi Siskohat) saat awal-awal Embarkasi Haji Aceh (BTJ), era Presiden Habibie.

Sementara itu Kasi PHU, Khairul mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya menyampaikan informasi, materi, dan subtansi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah ini kepada para tokoh agama dan masyarakat.

Bagi peserta dibahani materi-materi, selain oleh Kakankemenag Nagan Raya, juga oleh Kasubag TU Kemenag Aidy Putra dan Kasi PHU Khairul Azhar.

"Dengan harapan bisa diteruskan lagi info ini kepada masyarakat," harap Khairul, yang juga salah satu Petugas Kloter PPIH BTJ 2019M/1440H.

Dikatakannya, UU setahun lalu itu, belum sempurna diterapkan, karena adanya penundaan keberangkatan haji tahun ini karena dampak Covid-19.

"Sehingga sangat tepat untuk disosialisasikan, agar masyarakat lebih memahami tentang haji," ungkapnya.

Dikatakannya, materi yang diberikan meliputi Kebijakan Pemerintah tentang Haji di Indonesia, Sosialisasi UU 8/2019, dan Mekanisme Pendaftaran Haji Reguler.

Khairul menambahkan, musim haji tahun 2020M/1441H, Tamu Allah dibatalkan keberangkatannya karena dampak Covid-19.

Sehingga calon jemaah diundurkan atau dialihkan pada tahun depan.

Meski terjadi penundaan keberangkatan, kata Khairul, minat warga dari kawasan produksi sawit, Nagan Raya untuk mendaftar haji, tetap tinggi per harinya.

Penulis
Yakub Kemenag Aceh
Editor
Husni Anggoro