Lompat ke isi utama
x

Kemenag Padang Panjang Blusukan ke Rumah Jemaah Haji Edukasi Batal Haji

PP

Padang Panjang (PHU)—Sosialisasi pembatalan haji terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) dari pusat hingga ke daerah, tak terkecuali Kemenag Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pembatalan haji ke masyarakat masif dilakukan, baik itu dilaksanakan di Kantor Kemenag ataupun melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Namun kegiatan Sosialisasi KIE pembatalan haji kali ini berbeda, sosialisasi tidak dilakukan di Kantor Kemenag ataupun di KBIHU, tetapi petugas yang ditugaskan akan blusukan kerumah-rumah jemaah haji, hal ini dilakukan sebagai langkah penerapan protokol kesehatan (prokes).

Sebelum mengunjungi kediaman jemaah haji, petugas yang berasal Kemenag terlebih dahulu menghubungi jemaah haji agar bersedia dikunjungi. Tidak hanya Sosialisasi tentang Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) terkait Keputusan Menteri Agama (KMA) No 660 tentang Pembatalan Keberangkatan jemaah haji Tahun 1442 Hijriyyah/2021 Masehi saja, tetapi Kemenag juga melakukan  Survey Layanan Haji untuk Zona Integritas (ZI) serta mensosialiasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Idhul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H / 2021 M.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kankemenag Kota Padang Panjang Endang Sriyani mengapresiasi jemaah haji yang telah menerima kunjungan dari Kemenag. “Jemaah Haji yang dikunjungi sangat senang sekali karena mendapat Edukasi dan Informasi Penting terbaru dari Kankemenag Kota Padang Panjang khususnya tentang Haji dan Umrah,” kata Endang. Senin (28/06/19).

Endang berharap, setelah jemaah haji mendapatkan informasi dari Kemenag, agar bisa disebarluaskan kepada masyarakat lainnya agar memahami keputusan yang diambil pemerintah ini.

"Kami mengharapkan kepada jama'ah yang telah memperoleh informasi ini agar kiranya meneruskan kepada masyarakat lainnya dengan harapan masyarakat kita paham dan mengerti dengan niat baik pemerintah," ujar Endang.

Kebijakan ini, kata Endang diambil karena pemerintah sangat peduli dengan warga negaranya, karena pemerintah menjadikan faktor keamanan, kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama.

Ia senang dengan jemaah haji yang kooperatif dan peduli terhadap keamanan kesehatan umat, bahkan mendukung kebijakan pemerintah. Karena pemerintah tentu saja telah memperhitungkan dengan matang atas kebijakan yang dilaksanakan.

"Mudah-mudahan dengan usaha dan doa kita semua, serta seluruh pihak yang ikut mendukung program pemerintah dalam upaya penanganan wabah ini, pandemi ini cepat hilang dari muka bumi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala," harapnya.

Salah satu jemaah haji berharap agar pemerintah khususnya Kementrian Agama tidak bosan memberikan Informasi, edukasi serta motivasi kepada seluruh jemaah haji. “Semoga kami bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menyelenggarakan ibadah haji nantinya,” ujar salah seorang jemaah haji yang dikunjungi dirumahnya. 

Penulis
Supriadi
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca