Lompat ke isi utama
x

Kemenag Sumenep Sosialisasikan KMA 660/2021 Lewat Dialog Interaktif RRI 

Rri

Sumenep (PHU)--Radio Republik Indonesia (RRI) menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Jatim dalam mensosialisasikan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang  tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

KMA ini ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Juni 2021 oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sumenep M. Juhedi mengatakan pembatalan keberangakatan jemaah haji tahun 2021 ini didasari karena pemerintah memprioritaskan keselamatan, keamanan serta kesehatan jemaah haji Indonesia.

"Keselamatan, keamanan serta kesehatan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama dibatalkannya pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci," kata Juhedi saat Dialog Interaktif RRI di Sumenep. Rabu (9/6/2021).

Sementara itu Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sumenep Innani Mukarromah menjelaskan pada 2020 lalu kuota jemaah haji reguler asal Kab. Sumenep berjumlah 671 orang yang sudah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), 5 orang jemaah mutasi keluar daerah, sehingga jumlahnya saat ini menjadi 666 jemaah yang sudah melunasi Bipih.

Terkait vaksin, Innani juga menjelaskan 80% jemaah haji Sumenep sudah melakukan vaksinasi covid19. "oleh sebab itu ketersediaan waktu bagi 120 jemaah haji yang belum di vaksin sebagai salah satu syarat tidak cukup untuk ketersediaan waktu," jelasnya.

Ia menegaskan saat ini pengelolaan dana haji tidak berada di Kemenag lagi, tetapi sudah menjadi wewenang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Terkait dengan dana haji ia menjamin aman terkendali selama dibawah wewenang BPKH.

"Ada yang menanyakan dana haji yang sudah melunasi dikemanakan? kami jawab aman terkendali di BPKH, karena saat ini bukan wewenang di Kemenag lagi dan bagi jemaah haji boleh diperkenankan untuk mengambil setoran pelunasan tersebut," terangnya.

Bagi jemaah haji yang ingin mengambil setoran lunasnya, ia menyarankan prosesnya agar mengajukan diri ke Kantor Kemenag tempat mendaftar. "Pengambilan biaya lunas kami terangkan bahwa harus mengajukan ke Kemenag di seksi PHU, Seksi PHU kemudian memverifikasi dan mengikirmkan k Ditjen PHU dengan tembusan Kanwil Kemenag Provinsi, Ditjen PHU memverifikasi dan melanjutkan ke BPKH, BPKH menerbitkan SPM yang diteruskan ke BPS untuk selanjutnya di transfer ke rekening jemaah haji dan petugas melakukan konfirmasi pengembalian pelunasan," ujarnya.

Ia berharap agar jemaah haji tidak mudah menerima informasi yang tidak benar terkait haji 2021 ini."Kami mengimbau agar jemaah tidak mudah menerima hoaks yang dapat memprovokasi, serahkan semuanya pada Allah karena semua atas qodha dan qodhar Allah," katanya.

Dirinya juga mengimbau agar jemaah bersabar menerima takdir Allah. "Sebab manusia hanya bisa merencanakan Allah yang menakdirkan, jadi tingkatkan keimanan, jaga kesehatan guna meningkatkan immun, selalu berdoa agar situasi cepat aman corona segera hilang," tutur innani.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca