Lompat ke isi utama
x

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Ajak Peserta Jamarah Sosialisasikan Informasi Haji dan Umrah

nadsss

Banda Aceh (PHU)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Iqbal mengajak peserta kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) untuk mensosialisasikan kebijakan dan informasi penyelenggaraan haji dan Umrah.

"Nanti dari acara Jamarah, akan ada satu pemahaman yang sama. Ada persepsi yang sama tentang haji dan umrah. Dalam kondisi seperti ini banyak persoalan haji dan umrah, termasuk yang dipertanyakan masyarakat, soal kapan keberangkatannya," kata Iqbal. Senin (19/10).

Menurut Iqbal, salah satu informasi yang mungkin berkembang adalah pembatalan keberangkatan haji oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kemenag karena pandemi Covid19.

nads

"Padahal pemerintah tidak pernah membatalkan ibadah haji. Yang ada membatalkan pemberangkatannya. Karena Saudi tidak membuka kedatangan bagi jemaah haji dari luar Saudi,” terangnya.

Sampai saat ini, kata Iqbal, pemerintah Indonesia masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi terkait dibukanya kembali penyelenggaraan haji dan umrah dims pandemi ini.

"Tahun ini tidak ada pemberangkaran jemaah kita. Apakah tahun depan ada? Kita masih menunggu kebijakan pemerintah, termasuk keputusan Saudi. Kalau kondisi normal kembali, maka ibadah haji dilaksanakan sebagaimana biasa. Jika juga kondisi belum normal, jika diizinkan Saudi maka akan disesuaikan dengan kouta Saudi. Dan jika keadaan terus berlanjut seperti pandemi hari ini, belum ada keadaan normal, maka kemungkinan juga tahun depan tidak ada pemberangkatan haji," ujarnya.

Ia berharap, kondisi ini cepat pulih kembali, sehingga jemaah haji dan umrah khususnya yang berasal dari Aceh dapat berangkat ke Tanah Suci. "Mari kita doakan, semoga kondisi covid ini, segera di cabut oleh Allah. Sehingga jemaah bisa diberangkatkan, dan tidak ada penundaan pemberangkatan lagi," ajak Iqbal.

Sampai medio Oktober ini, sudah 123.000 jemaah daftar tunggu di Aceh, dengan masa tunggu sampai 30 tahun.

nadss

Meski ada pembatalan keberangkatan, jemaah haji harus tetap optimis, bimbingan manasik haji dan umrah harus tetap berjalan, sehingga saatnya berangkat jemaah sudah cukup miliki pengetahuannya.

"Kita tidak boleh berputus asa. Banyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya dengan manasik, bimbingan bagi jemaah. Sehingga saatnya berangkat jemaah sudah cukup miliki pengetahuannya," ajaknya.

Hadir sebagai peserta antara lain berasal Biro Isra, Kankemenag Banda Aceh dan Kankemenag Banda Aceh, Kantor Imigrasi Kelas II Banda Aceh, unsur kepolisian, Dinas Kesehatan Aceh, KKP Kelas III Banda Aceh, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pariwisata, insan media, perbankan, KBIH, Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), DPRA dan DPRK Banda Aceh dan DPRK Aceh Besar, MPU, Pangdam, Kejati, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Perguruan Tinggi, Ormas, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), KUA, dan unsur ulama Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA).

 

 

Penulis
Yakub Kemenag Aceh
Editor
husni anggoro