Lompat ke isi utama
x

Kepala Kanwil Kemenag Maluku Sebut Haji Sebagai Esensi Panggilan Allah

maluku

Ambon (PHU)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis menyebut panggilan haji merupakan sebuah esensi dari keyakinan manusia kepada Allah SWT. 

Jamaludin menuturkan, bahwa keyakinan terhadap esensi panggilan Allah SWT inilah yang menjadi referensi utama Kanwil Kemenag Provinsi Maluku meyakinkan umat Islam dalam pengembangan program pelayanan ibadah haji.

Ia menerangkan, metode seruan untuk memanggil seluruh umat Islam di seantero dunia dengan batasan tempat ini menjadi masalah mendasar. Kisah tersebut kemudian berlanjut dimana Allah SWT menegaskan perintahnya kepada Nabi Ibrahim untuk tetap menyampaikan seruan itu.

"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,“ kata Jamaludin seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 27.

"Berdasarkan ayat itulah, haji sebagai panggilan Allah SWT. Apapun kekuasaan dan kemampuan manusia, dia tidak akan pernah sanggup memenuhi panggilan itu tanpa dipanggil atau dikehendaki oleh Allah SWT," jelasnya dalam acara Komunikasi, Informasi dan Edukasi Haji se Maluku. Senin (23/8/2021).

Terkait keputusan pembatalan kebarangkatan jemaah haji tahun 2021 ini, ia bersyukur umat Islam di Provinsi Maluku dapat meresponi secara positif kebijakan pemerintah terkait pembatalan ibadah haji tahun 2021 kemarin," ucapnya.

Berdasarkan edukasi dan sosialisasi itulah, seluruh jemaah haji di Provinsi Maluku memilih tidak menarik kembali seluruh biaya penyelenggaraan ibadah hajinya.

"Kita telah menjalankan amanat UU Nomor 8 Tahun 2019 yang menjabarkan tiga fungsi penyelenggaraan ibadah haji, yakni pembinaan, perlindungan dan pelayanan," terangnya.

Terkait program pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di tengah masa pandemi Covid-19, dirinya mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan manasik haji sepanjang tahun baik secara manual maupun virtual.

"Manasik haji di Provinsi Maluku sebelum pembatalan pemberangkatan ibadah haji telah kami lakukan secara rutin melalui satker Kemenag di tingkat Kabupaten/Kota," ungkapnya.

Kedua, Kemenag Maluku juga meluncurkan program menyapa jemaah haji yang menyasar daerah dengan status zona hijau secara manual dan zona orange atau merah secara virtual.

"Inilah komitmen kami bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan haji di Maluku," sebutnya.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca