Lompat ke isi utama
x

Ketua Alumni Petugas Haji DIY Jelaskan Skema Penyelenggaraan Haji di Masa Pandemi

diy

Sleman (PHU)—Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang terpadu. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan nyaman sesuai dengan tuntunan agama serta jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri sehingga diperoleh haji mabrur.

“Apalagi dengan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia dan dunia, mulai dari karantina bagi jemaah haji, yang telah diatur dalam pedoman dan perundang-undangan yang telah ada,” ungkap Ketua PW Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia wilayah DIY, dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM, saat menjadi narasumber pada Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji pada Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah di University Hotel UIN Sunan Kalijaga, Jl. Anggrek No.137 D, Sambelegi Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (05/04/2021).

Ditambahkan dr. Tejo, pemerintah menyepakati fasilitas karantina bagi jemaah haji di asrama haji, pemeriksaan swab antigen dan swab PCR yang merupakan suatu keharusan dalam perjalanan keluar/masuk negara. Ia juga menjelaskan pemantapan tiga skenario mitigasi di Era New Normal, apakah Jemaah Haji akan berangkat dengan kuota penuh, kuota sebagian atau tidak diberangkatkan seperti tahun 2020.

“Jemaah haji Indonesia kemungkinan besar diwajibkan untuk melakukan tiga kali swab PCR jika negara Arab Saudi mengizinkan Indonesia bisa ke Tanah Suci karena penerapan protokol kesehatan menjadi bagian dari ketentuan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan haji di masa pandemi,“ jelasnya.

“Swab PCR pertama dilakukan paling lambat 2x24 jam sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kedua, swab PCR dilakukan saat tiba di Arab Saudi dan yang ketiga swab PCR dilakukan lagi jelang pulang ke Tanah Air,” beber dr. Tejo.

“Selain swab PCR, jemaah juga kemungkinan besar diharuskan melakukan swab Antigen dimana Swab Antigen ini dilakukan jelang masuk asrama haji, sebab jemaah haji saat akan masuk asrama harus membawa bukti negatif hasil swab antigen,” tambahnya.

Upaya kesehatan yang diberikan kepada jamaah haji pada seluruh kegiatan penyelenggaraan ibadah haji dilakukan dalam bentuk kuratif dan rehabilitatif. Rangkaian pelayanan kesehatan haji dilaksanakan melalui tiga tahap pemeriksaan kesehatan haji yaitu tahap pertama menetapkan status kesehatan jamaah haji risiko tinggi dan atau tidak risiko tinggi, tahap kedua menetapkan status kesehatan jamaah haji memenuhi syarat Istithaah dan tidak memenuhi syarat Istithaah kesehatan haji dan tahap ketiga menetapkan status kelaikan terbang dan tidak terbang ke Mekkah.

“Tercapainya pelayanan kesehatan haji yang berkualitas, diperlukan manajemen yang mengatur pelaksanaan pelayanan kesehatan haji. Penguatan manajemen penyelenggaraan kesehatan haji dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan haji serta sumber daya manusia dan melakukan pengembangan pada sistem informasi kesehatan,” jelas dr. H. Tejo Katon yang juga sebagai Ketua Badan Pengawas RSU Mitra Paramedika dan Wakil ketua bidang Kesehatan IPHI DIY.

“Sebagai salah satu upaya penting dalam penyiapan Jemaah haji adalah vaksinasi COVID-19 bagi Jemaah haji, kita ketahui bahwa Vaksinasi COVID-19 kepada Jemaah haji merupakan upaya perlindungan Jemaah haji terhadap penyakit COVID-19, diberikan dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19,” urai dr. H. Tejo Katon.

Ia juga memaparkan persiapan apa yang harus dilakukan Jemaah haji dari pra embarkasi, embarkasi, pesawat, Medinah/Makkah, armuzna serta yang harus dilakukan saat pulang ke tanah air. Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah yang diselenggarakan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Kanwil Kementerian Agama DIY kerjasama dengan Yayasan Pondok Pesantren Al Qodir Yogyakarta ini menyasar para calon pembimbing haji professional dari berbagai lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji maupun dari kalangan umum sejumlah 40 peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan dan Sumatra dengan mengangkat tema Mewujudkan Pembimbing Manasik Haji Dan Umrah Yang Inovatif Dan Continuous Improvement. (bap)

 

Penulis
Bramma Aji Putra
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca