Lompat ke isi utama
x

Kisah Berhaji Meila Cahyani Putri Tidak Menyangka Gantikan Haji Ayahnya

mei

Surabaya (PHU)—Beberapa waktu lalu, cerita persiapan Perjalanan salah seorang jemaah haji bersama Meila Cahyani Putri (20) pernah diulas dilaman haji.kemenag.go.id. Kini usai tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Jumat pagi (5/8/2022), Mei sapaan akrabnya akan bercerita usai menunaikan Rukun Islam kelima di Tanag Suci.

Mei merupakan jemaah haji yang berasal dari kelompok terbang (kloter) SUB29 asal Provinsi Bali dan jemaah dari Kabupaten Mojokerto Jatim. Mei berasal dari Kota Denpasar tiba dengan selamat bersama 449 jemaah lainnya.

Saat ditemui sesaat sebelum tes antigen, Mei bercerita bahwa dirinya tidak menyangka bisa berhaji dan melihat Ka’bah diusia sangat muda. Ia merasakan kebahagiaan karena bisa melihat Ka’bah secara langsung.

“Rasanya gak nyangka bisa kesana, lihat Ka’bah bahagia bisa kesana,” kata Mei. di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Jumat (5/8/2022).

Namun, satu sisi ia juga bersedih karena awalnya yang berangkat haji Adalah kedua orangtuanya. Sedianya ayahanda Meila menunaikan ibadah haji pada 2019 namun, takdir berkata lain. Gangguan pada ginjalnya menyebabkan Rais meninggal beberapa waktu sebelum jadwal keberangkatan haji, sehingga sang istri Purwanti tahun itu menunaikan ibadah haji sendiri.

Purwanti, ibu dari Meila menceritakan bahwa pihak Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Bali memberikan pilihan kepada keluarga untuk melimpahkan nomor porsi jemaah haji yang meninggal dunia kepada ahli waris atau menarik kembali biaya haji. Namun, Purwanti mengambil keputusan untuk melimpahkan nomor porsi haji suaminya kepada anak sulungnya tersebut. 

Akhirnya pada musim haji 1443H/2022M ini, Mei berangkat sendiri bersama jemaah dari Kota Denpasar lainnya. Ia mengakui banyak dibantu jemaah lainnya saat di Tanah Suci.

Kembali ke cerita pengalaman berhajinya, saat melakukan Tawaf, ia sempat menangis, sekali lagi karena ia tidak menyangka akan menggantikan posisi almarhum ayahnya untuk berhaji

“Saya pertama Kali lihat Ka’bah nangis pas lagi Tawaf gak nyangka bisa kesana karena kan saya gantiin almarhum bapak saya, jadi saya gantiin posisi beliau yang sudah gak ada, jadi sedih amat rasanya, kata Mei.

Mei berharap suatu hari nanti bisa menginjakkan kembali ke Tanah Suci baik untuk menunaikan umrah maupun berhaji bersama ibundanya.

“Saya berharap bisa kembali ke Tanah Suci lagi baik untuk umrah maupun berhaji bersama ibu,” harapnya

Sang Ibunda, Purwanti mengisahkan dirinya dan suami mendaftar haji pada tahun 2012, setelah menunggu selama tujuh tahun panggilan ibadah haji itu datang pada tahun 2019. Namun rencana Allah berbeda, Purwanti harus menunaikan ibadah haji sendiri dan pada 2022 ini Meila menggantikan suaminya untuk berhaji. 

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca