Lompat ke isi utama
x

Kuota Haji Indonesia Tahun 2021 Ditetapkan Setelah MoU dengan Arab Saudi

Jamarah Di Provinsi Sulawesi Tengah

Palu (PHU) --- Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Ramadhan Harisman mengatakan tahapan pertama dari siklus penyelenggaran ibadah haji adalah Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) tentang haji, salah satu butir pertama pembahasan dari MoU tersebut adalah besaran kuota haji. 

"MoU tentang haji itu dilaksanakan antara Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dengan perwakilan dari misi misi haji seluruh dunia, kalau Indonesia diwakili oleh Menteri Agama Republik Indonesia," ujarnya.

Jamarah Di provinsi Sulawesi Tengah

Ramadhan mengatakan bahwa  penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2020, MoU dilaksanakan pada tahun 2019 di awal bulan Desember dan tahun ini bisa jadi diawal bulan Desember atau akhir bulan November. 

"Artinya kuota haji Indonesia untuk tahun 2021 baru bisa diketahui setelah MoU, jadi kalau ada informasi kuota haji kita naik, tetap atau berkurang tahun depan tidak benar,kapan kita baru bisa meyakini kebenarannya itu setelah MoU, jadi mohon bersabar kita berharap kuota kita tetap bahkan bertambah, kepastiannya nanti setelah MoU," ucap Ramadhan pada acara Jagong Masalah Haji dan Umrah yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (04/11).

Ramadhan juga mengatakan kuota haji Indonesia terbagi 2. Pertama kuota untuk  jemaah dan kuota untuk petugas, kuota untuk jemah dibagi 2 yaitu jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus. 

"Sesuai Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019, kuota haji khusus diatur dalam Undang Undang tersebut yaitu kuota haji khusus besar 8% dari kuota haji nasional, jadi kalau kita lihat kuota nasional  jemaah haji tahun 2020 kita sebesar 221.000 kalau dibagi delapan persennya untuk haji khusus yaitu berjumlah 17.680 untuk kuota haji khusus, dan kuota haji regulernya 203.320," ucapnya. 

Untuk kuota petugas, ia menegaskan tidak menggunakan kuota jemaah haji. Kuota petugas haji berjumlah 4.200 dibagi kedalam petugas haji kloter dan petugas haji non kloter. 

Kakanwil Sulawesi Tengah

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Rusman Langke mengatakan di Provinsi Sulawesi Tengah, bimbingan manasik untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dibantu oleh Kelompok Bimbingan Ibadah haji dan Umrah (KBIHU) yang berada di provinsi Sulawesi Tengah. 

Terkait Buku manasik haji, Rusman mengatakan untuk jemaah haji tahun 2020 yang gagal berangkat sudah bagikan kepada jemaah haji.

"Alhamdulillah untuk tahun 2019 kita sudah serahkan buku manasik haji semuanya Kantor Kementerian Agama di Kabupaten/ Kota dan selanjutnya akan menyampaikan kepada calon jemaah haji," ujar Rusman.

"Jemaah haji kita sudah mendapatkan buku manasik haji paling tidak sebelum keberangkatan atau sebelum calon jemaah haji mengikuti manasik di Kantor Urusan Agama di kecamatan," tambahnya. 

Penulis
Boy Azhar
Editor
Boy Azhar