Lompat ke isi utama
x

Lantik PPIH Embarkasi Batam, Diryan DN Harap Petugas Haji Rajin Komunikasi Ke Jemaah

Saiful Mujab

Batam (PHU)-- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Saiful Mujab berharap para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) baik di Embarkasi, Kloter maupun Arab Saudi rajin berkomunikasi dengan jemaah haji. 

Demikian dikatakan Saiful Mujab saat menghadiri Pelantikan PPIH Embarkasi Batam di PIH (Pusat Informasi Haji) Batam. Sabtu (21/05/2022). 

"Saya saat ini akan menyampaikan perihal komunikasi yang akan dilakukan kepada jemaah kita. Berhubung tahun ini kita memberangkatkan haji, maka ada beberapa hal yang bisa kita sampaikan sehingga jemaah kita dapat merasa nyaman dan fokus dalam melakukan ibadah haji," ungkap Saiful Mujab. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa persiapan haji saat ini terus berpacu dengan waktu. Dengan total penerbangan 241 di 13 embarkasi, tentu kesiapan dan pelayanan haji tahun ini harus cepat di prioritaskan. 

"Pemberangkatan haji tahun 2022 dari Embarkasi Batam dilakukan dengan penggabungan jemaah yang berasal dari Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Riau, yang nantinya akan diberangkatkan menggunakan Maskapai Saudi Airlines," katanya. 

Saiful juga mengatakan budaya membawa barang berlebih yang dilakukan jemaah haji dapat dikomunikasikan lebih lanjut sehingga jemaah lebih nyaman dalam membawa barang bawaannya. 

"Saya mohon untuk para Kabid (Kepala Bidang) dan Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) untuk terus melakukan komunikasi kepada jemaah haji perihal barang bawaan agar sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan," imbuhnya. 

Saiful menambahkan, ada perubahan pelayanan haji 2022 yang signifikan, yaitu layanan konsumsi yang tadinya 2 kali menjadi 3 kali sehari. Dengan adanya penambahan tersebut, jemaah diimbau untuk tidak membawa barang berlebih (seperti beras dan rice cooker) sehingga bisa lebih fokus untuk beribadah di Baitullah. 

"Walaupun saat ini Prokes (Protokol Kesehatan) sudah melonggar, saya harap jemaah tetap memprioritaskan ketentuan yang berlaku di Indonesia maupun di Arab Saudi. Kita pun berharap, jemaah yang berada di embarkasi bisa berangkat semua (zero case)," tandasnya. 

Saiful berharap segala kendala yang terjadi dilapangan dapat diselesaikan dengan cepat sehingga jemaah prioritas yang berangkat tahun ini dapat dilaksanakan dengan pelayanan yang prima.

Penulis
Winda Galuh Desfianti
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca