Lompat ke isi utama
x

Menu Kedaerahan, Salah Satu Inovasi Kemenag pada Musim Haji 2021 Mendatang

Diyy

Yogyakarta (PHU)—Pembukaan umrah tahap ketiga pada 1 November 2020 mendatang akan menjadi starting point apakah haji musim depan dapat diikuti negara luar Saudi atau tidak. Hal ini ditegaskan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar, di sela Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) di Yogyakarta, Senin (05/10).

“Jika vaksin belum ditemukan dan pandemi belum berakhir kemungkinan jumlah jemaah haji tahun depan sebanyak 20.000 jemaah. Namun jika awal tahun 2021 vaksin telah ditemukan maka harapannya kuota haji dapat kembali normal,” tandas Nizar didampingi Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan.

“Saudi tentu akan melihat dan mengevaluasi pelaksanaan pembukaan umrah yang dilakukan tiga tahap yakni pada 4 Oktober, 18 Oktober dan 1 November 2020 yang masing-masing sejumlah 30 persen, 75 persen dan 100 persen kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan Saudi,” urai Nizar.

Pihaknya juga menyebut sejumlah inovasi siap dijalankan Kemenag pada musim haji tahun depan. “Ada tambahan konsumsi 10 kali, sehingga jemaah mendapat 50 kali konsumsi selama 25 hari berada di Makkah,” jelasnya. Selain itu, imbuh Nizar, setelah sukses dengan suguhan Menu Nusantara kini Kemenag akan menyiapkan suguhan Menu Kedaerahan untuk jemaah haji 2021.

“Syaratnya tentu bahan bakunya ada, kami sudah membuka peluang kerjasama dengan sejumlah pemasok,” ujarnya. Menurut Nizar, menu semacam ini cukup penting mengingat jemaah haji rentan enggan makan. “Mungkin karena cita rasanya agak berbeda sehingga jemaah enggan makan, padahal asupan gizi sangat penting pada saat fase sebelum dan sesudah Armuzna,” ungkap Nizar lagi. “Jadi nanti jemaah haji DIY dan Jawa Tengah bisa menikmati gudeg misalnya,” sambungnya.

Daftar Tunggu DIY

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menyebut jika daftar tunggu (waiting list) haji di DIY saat ini mencapai 29 tahun. “Angka ini di atas rerata nasional yang mencapai 24 tahun,” ujarnya. Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah, pihaknya juga memberikan pembekalan bimbingan manasik. “Di masa pandemi ini kami melakukan bimbingan manasik secara online yang dilakukan tiap Jumat pukul 13.30 – 14.30 WIB,” terang Edhi.

Diy

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan apresiasi terima kasih kepada jajaran Ditjen PHU Kemenag yang sedang membangun Pusat Layanan Haji Umrah Trepadu (PLHUT) di Bantul dan Gunungkidul. “Harapan kami nantinya dapat memberikan layanan kepada jemaah sejak proses pendaftaran hingga penyiapan dokumen dengan lebih nyaman,” sambungnya.

Acara Jamarah ini diikuti jajaran Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-DIY, Kasi pada Bidang PHU Kemenag DIY, Kasi Haji Kankemenag Kabupaten/Kota, perwakilan Forum Komunikasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus dan Kelompok Bimbingan Ibadah Umrah DIY.

Penulis
Bramma Aji Putra
Editor
Husni Anggoro