Lompat ke isi utama
x

MoU dengan UIN Banten, Ditjen PHU Teken Kerjasama Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

Ss

Serang (PHU) – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMH) melakukan kerjasama dalam pelaksanaan program sertifikasi pembimbing manasik haji.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan Rektor UIN MHS Banten Wawan Wahyuddin, di Gedung Fakultas Dakwah UIN SMH Banten. Jum'at (14/01/2021)

Hilmannnn

Dalam arahannya Hilman mengatakan, acara ini memberikan manfaat bukan hanya penandatangan MoU saja namun menjadi Langkah perbaikan layanan kepada jemaah haji yang jumlahnya luar biasa terus mengalami peningkatan.

“Sekitar 5,1 juta jiwa jemaah haji Indonesia yang antri, tentu perlu kita pikirkan bersama, imajinasi kita haji 10 – 15 tahun kedepan seperti apa, apa yang bisa kita lakukan dengan masa tunggu yang panjang, apakah terus menunggu dan memberikan peluang kepada semua orang atau kita ingin berbicara lebih subtantif duduk bersama para ulama, tokoh, pengamat, dosen dan lainnya untuk membahas atau mencari jalan keluar bersama karena semakin hari jumlah Jemaah haji yang mendaftar semakin banyak dan masa tunggu semakin panjang, ditambah 2 tahun kita tidak memberangkatkan Jemaah dikarenakan virus covid -19,” ujar Hilman.

Hilman sedikit mengulang kembali bidang yang Ia tekuni sebelum bergabung di Ditjen PHU yaitu menekuni rukun islam yang ke 3 zakat, banyak hal yang didapat dalam zakat termasuk realitasnya, akuntabilitasnya, auditnya, manajemannya dan lain sebagainya dan itu tidak mudah namun ketika bergabung di PHU ternyata tak kalah rumit.

“Sebelum di PHU saya menekuni bidang  zakat banyak hal yang saya dapat tentang zakat itupun sangat rumit namun ketika saya bergabung ke PHU ternyata tidak kalah rumit, tugas sebagai pelayan kaum muslim terbesar dengan berbagai situasi yang kompleks”, jelas Hilman.

Hilman juga menyampaikan bahwa melalui data Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) jemaah Banten, memiliki profil beragam dengan 233 ribu jemaah Banten yang menunggu dan diantaranya 19 ribu lansia, namun sekitar 5 – 10 tahun jumlah lansia akan bertambah karena masa tunggunya. Melalui Siskohat juga didapat data jemaah tertinggi dengan profil pekerjaan yang dimiliki Banten berasal dari ibu rumah tangga, sisanya PNS, dan lain-lain. 

Lebih lanjut Hilman menegaskan peran pembimbing menjadi sangat penting, dimana dengan masa tunggu yang lama pembimbing mempunyai tugas untuk membimbing jemaah bukan hanya saat akan berangkat haji namun jauh sebelum berangkat haji, hingga disela-sela masa tunggu.

“Pembimbing menjadi perhatian kita bersama, karena apa yang akan kita lakukan kepada sekitar 5,1 juta jiwa jemaah haji yang menunggu, tentu kita harus membimbing mereka, jangan membiarkan mereka hanya menunggu, kita sapa, kita sentuh rohaninya, kita ciptakan program-program seperti pengajian dan lain sebagainya, atau kita berikan manasik sepanjang tahun bukan hanya manasik yang dilakukan ketika jemaah akan berangkat dan disinilah peran pembimbing menjadi sangat penting,” tegas Hilman.

Dia juga menekankan bahwa untuk kedepan akan banyak peran yang dilakukan UIN SMH Banten bersama pembimbing-pembimbing yang tentunya sudah tersertifikasi.

“Kedepan UIN SMH dan lembaga lainnya bisa mengadakan pelatihan-pelatihan, ini penting karena mitigasi saat ini agak berbeda, era haji dimasa pandemei, semua serba digital, sistem digital, bukan hanya konsep ibadah saja yang kita tekankan kepada jemaah tapi kita harus mampu mempraktekkannya dan ini Pekerjaan Rumah (PR) semua,” pungkas Hilman.

Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Prov. Banten Nanang Fathurrahman, Rektor UIN SMH Wawan Wahyuddin, Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Kemenag Arsyad Hidayat serta Ketua FKAPHI Banten Deni Rusli dan Jajaran Pejabat di UIN SMH.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca