Lompat ke isi utama
x

Obati Kerinduan Tanah Suci, Ini yang Dilakukan Kemenag Nunukan

nunukan

Nunukan (PHU) – Spanduk berukuran 3,5 x 6 meter bergambar ka’bah dan masjid Nabawi terpajang di salah satu ruangan di kantor Kementrian Agama (Kemenag) Nunukan Kalimantan Utara.

‘’Kita sengaja pasang untuk mengobati kerinduan calon haji dan para haji Nunukan yang rindu akan baitulloh, apalagi sejak pandemi Covid-19 Pemerintah Saudi Arabia menutup akses haji sejak 20 Maret 2020 dan entah sampai kapan,’’ujar kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Nunukan Sayid Abdullah, Jumat (28/08).

Dua spanduk tersebut terbukti ampuh sebagai penawar rindu akan dua kota suci umat Islam yang menjadi kebanggaan dan impian, baru saja dipasang, sudah ada belasan calon jamaah haji yang berpose dengan gaya seakan benar-benar menunaikan ibadah haji.

Petugas Kemenag juga tak mau tanggung dalam menyediakan spot swafoto tersebut, mereka sendiri yang mengatur pencahayaan, mengatur gaya peminat dan menyediakan kain ihrom.

Bahkan untuk menciptakan suasana benar-benar seperti berada di dua kota suci dimaksud, Kemenag memberikan efek dan suara latar para jamaah haji yang tengah menyenandungkan kalimat Talbiyah, ‘’Labbaik Allohumma Labbaik’’.

‘’Kemarin ada bapak-bapak yang mendaftarkan anaknya, dia maksa anaknya berfoto dulu di spanduk ini, katanya foto dulu sebelum bisa menginjakkan kaki di tanah suci Mekah, haru juga suasananya,’’ tutur Sayid.

Sayid mempersilahkan masyarakat umum yang hendak berfoto untuk keperluan prewedding datang ke Kemenag, petugas Kemenag akan dengan senang hati dan sukarela mengatur pencahayaan agar suasana benar-benar tampak nyata.

 

Daftar tunggu haji di Nunukan sampai 31 tahun

Terobosan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini menjadi inovasi kesekian kali yang dilakukan Kemenag Nunukan, sebelumnya, Kemenag sudah menjadwalkan bimbingan manasik haji virtual yang diikuti dua Negara Indonesia dan Malaysia, dan melakukan kerjasama dengan Perbankan sehingga administrasi haji cukup selesai di Kemenag saja.

Data Kemenag Nunukan mencatatkan daftar tunggu haji untuk wilayah perbatasan ini mencapai 31 tahun yang akan selesai tahun 2051. Tercatat 3.438 calon jamaah haji yang sudah mendaftarkan diri, sementara kuota Nunukan hanya sekitar 113 orang saja.

‘’Untuk itu kita adakan program lets go haji dengan sasaran pemuda rentang usia termuda 12 tahun, kalau usia 12 tahun dia mendaftar, dia bisa naik haji di usia 43 tahun, sementara kalau usia 40 baru mendaftar, dia akan berangkat haji di usia 71 tahun, meski peminatnya jarang karena paling yang mendaftarkan anaknya kalangan mampu saja, tapi ini adalah salah satu solusi.’’ katanya. 

 

Penulis
Dzulviqor
Editor
husni anggoro