Lompat ke isi utama
x

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Mina, Asrama Haji Ternate

Kakanwil Maluku Utara Sarbin Sehe

Ternate (PHU) --- Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada Calon Jamaah dalam melaksanakan Ibadah Haji, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melakukan  pembangunan "Gedung Mina", Asrama Transit Haji Ternate yang bersumber dari Dana Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2020.

Asrama Transit Haji Ternate sebelumnya telah memiliki 4 gedung yang terdiri dari 3 gedung untuk asrma dan 1 gedung untuk ketering.
Pelaksanaan pembangunan Gedung Mina ditandai dengan peletakkan Batu Pertama yang dilakukan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe dengan didampingi pejabat eselon III dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Jumat (25/09). Acara tersebut juga dihadiri oleh kontraktor dan seluruh ASN Kantor Wilayah Provinsi Maluku Utara yang bertugas di Asrama Haji Ternate.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan bahwa pembangunan Gedung Mina diperuntukkan bagi masyarakat atau Calon Jamaah yang akan menunaikan salah satu Rukun Islam yakni Ibadah Haji, oleh sebab itu Kakanwil mengajak agar semangat beribadah  menjadi niat utama dalam pelaksanaan, meskipun secara sadar dan difahami bahwa kontraktor sebagai perusahaan harus memperoleh keuntungan dalam melaksanakan kerja.

Sarbin Sehe meminta kepada Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan, untuk bekerja profesional sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, mengingat terpilihnya kontraktor sebagai pelaksana pembangunan gedung melalui tahapan yang sewajarnya, transparan dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Sarbin mengatakan, meskipun kondisi di akhir tahun memasuki musim penghujan, ditambah masih adanya wabah virus Corona, kepada seluruh pihak terutama Kontraktor dapat memaksimalkan pekerjaan, sehingga target kerja di Bulan Desember nanti sesuai dengan yang diharapkan.

Sarbin Sehe mengajak kepada PPK, Pengelola Anggaran, Konsultan dan Jasa Kontruksi untuk melakukan pengawasan dengan baik terkait pembangunan gedung, sehingga mutu dan kualitas gedung dapat dipertanggungjawabkan, mengingat yang akan menikmati fasilitas gedung tersebut adalah tamu-tamu Allah, selain sebagai pertanggungjawaban kepada Negara.

Terkait pengawasan pembangunan Gedung Mina, “pihaknya telah menyurat Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI dan Auditor Eksternal dalam upaya mengawal pembangunannya, dengan maksud hasil pembangunan sesuai dengan diharapkan, baik mutu, waktu penyelesaian dan akuntabilitas pelaporan,” ucapnya.

Sarbin Sehe menambahkan bahwa daya tampung Asrama Transit Haji Ternate sebelum dibangunnya gedung Mina hanya mampu menampung 285 jemaah, setelah gedung Mina jadi akan dapat menampung 340 calon jemaah haji.  
Dengan adanya penambahan gedung Mina ini, akan dilakukan penataan jemaah haji. “Selama ini asrama haji belum dapat menampung 1 kloter dengan jadinya gedung Mina ini, diharapkan bisa menampung 1 kloter sehingga nanti jemaah dapat terlayani,” ujarnya. 

“Satu kloter  di Provinsi Maluku Utara sebanyak 450 jemaah akan tetapi pemberangkatan menuju asrama haji di Makasar sekali berangkat 103 jemaah yang bisa diberangkatkan, Dengan dibangunnya gedung Mina ini akan dapat membantu,” ucap Sarbin Sehe. 

Sarbin Sehe menambahkan kemarin ada harapan dari pemda agar jemaah haji dapat tertampung di asrama haji dibandingkan menggunakan hotel karena biaya hotel sangat tinggi 
Sebelumnya  dari 10 kabupaten kota yang ada di Maluku Utara, baru 6 kabupaten kota yang bisa terlayani di asrma haji,  selebihnya masih menggunakan hotel diluar asrama haji sebelum melakukan pemberangkatan ke Makasar. Dengan tambahan gedung mina ini maka dapat dimaksimalkan pelayanan kepada jemaah sehingga fase pemberangkatan menuju embarkasi di Makasar tidak terganggu.

Penulis
Boy Azhar
Editor
Boy Azhar