Lompat ke isi utama
x

Pembimbing Haji dan Umrah Diminta Gunakan "Mahzab" dari Kemenag

Pkyyy

Palangka Raya (PHU)--Perbedaan "aliran" (mahzab) dalam pelaksanaan pembinaan manasik haji dan umrah masih sering didapati disejumlah daerah bahkan sampai di Tanah Suci. Sehingga banyak terjadi kelompok-kelompok antar jemaah haji atau umrahnya.

"Saat ini masih ditemukan para pembimbing haji dan umrah yang mengajarkan mahzabnya masing-masing sehingga terjadi kelompok-kelompok antar jemaah haji," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Tengah Abdul Rasyid saat acara Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) di Palangka Raya. Selasa (29/09).

Dengan adanya perbedaan itu, kata dia, para pembimbing diminta untuk menggunakan kebijakan dan pedoman materi manasik yang dikeluarkan dari Kementerian Agama.

"Agar tidak terjadi perbedaan mahzab, para pembimbing wajib menggunakan mahzab dari Kementerian Agama," jelasnya.

Terkadang, lanjut dia, saat di Tanah Suci pun masih banyak para pembimbing yang bukan berasal dari jemaahnya tidak mau membantu jemaah lainnya.

Pkyy

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara ini berharap dengan adanya kegiatan Jamarah ini dapat diketahui titik-titik kelemahan dalam penyelenggaraan haji dan umrah khususnya di wilayah Kalimantan Tengah ini.

"Titik lemah pelayanan perlu dievaluasi serta perlu berkolaborasi dengan instansi terkait dalam peningkatan pelayanan kepada jemaah haji," ujarnya.

Diakui Abdul Rasyid, daftar tunggu keberangkatan jemaah haji di Kalteng sudah mencapai 24 tahun, maka dari itu ia berpesan saat umur 12 tahun, anak-anak sudah bisa langsung mendaftar haji, jadi saat mereka berumur 30 thn sudah bisa menunaikan ibadah haji.

"Jangan sampai umur sudah 40 tahun baru mendaftar, ini yang harus dirubah mindsetnya, ini adalah tugas bapak/ibu semua disini," tuturnya.

Hadir dalam kegiata tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Iwan Kurniawan, Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H. Dasir, Kasi PHU se Kalimantan Tengah, Perwakilan KBIHU, Perwakilan PPIU, Perwakilan PIHK, serta Perwakilan Ormas Islam.

Penulis
Husni Anggoro
Editor
Husni Anggoro