Lompat ke isi utama
x

Pembinaan PPIU Jatim, Dirbina UHK Minta Jemaah Umrah Telah Vaksin

ab

Surabaya (PHU)---Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Pembinaan Peningkatan Kinerja Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terbagi dalam dua angkatan seperti disampaikan oleh Ketua Panitia, Machsun Zen.

 

Pembinaan angkatan kedua dibuka secara resmi oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Nur Arifin, pada Kamis (23/09/2021). Dalam sambutannya, Nur Arifin meminta agar PPIU bersabar menghadapi pandemic covid-19.

 

“Saya sangat berharap PPIU tetap bersabar menghadapi ujian berupa pandemi  Covid-19 yang menyebabkan usaha tidak dapat berjalan,” kata Nur Arifin di hadapan peserta yang berasal dari PPIU di Jawa Timur.

 

Direktur Jenderal PHU bersama jaranan dalam kunjungan ke Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, Rabu (22/09/2021)

Nur Arifin yang menjabat Direktur Bina UHK sejak Mei 2021 tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Indonesia dapat segera diizinkan oleh Arab Saudi melaksanakan ibadah umrah. “Saya memahami psikologis pimpinan PPIU dan masyarakat muslim yang sudah gelisah menunggu kepastian umrah oleh Arab Saudi. Pemerintah terus berjuang baik diplomasi maupun upaya lainnya agar kita dapat segera diizinkan masuk Arab Saudi untuk umrah,” terangnya.

 

Dia meminta agar PPIU juga membantu pemerintah menyiapkan kesehatan jemaahnya yang masuk daftar umrah tunda sejak Februari 2020. PPIU diminta menginformasikan agar para Jemaah telah melaksanakan vaksin.

 

“Vaksin lengkap merupakan persyaratan Arab Saudi. Oleh karena itu kami juga meminta agar PPIU memastikan seluruh jemaahnya telah divaksin lengkap,” ujar Nur Arifin.

 

Terkait dengan kebijakan booster oleh Arab Saudi, Nur Arifin menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasinya. Dia menjelaskan bahwa persediaan vaksin booster dari jenis Pfizer, Moderna, Astra Zeneca, dan Johnson n’ Johnson jumlahnya masih terbatas.

 

Booster sedang disiapkan regulasinya oleh Kementerian Kesehatan karena seperti yang diketahui bersama bahwa saat ini stok sedang difokuskan untuk tenaga kesehatan. Namu demikian masyarakat tidak perlu khawatir karena Kemenkes juga akan megatur skema vaksin booster untuk Jemaah haji dan umrah,” terangnya.

 

Sedangkan khusus untuk persiapan sertifikat vaksin baik vaksin covid maupun vaksin booster, Nura Arifin menjelaskan bahwa hari ini (Kamis, 23/09/2021) dilakukan pembahasan khusus. Rapat dilaksanakan antara Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan,  dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

 

“Hari ini kami rapat khusus membahas sertifikat vaksin. Sertifikat yang diterbitkan harus dapat terbaca oleh sistem Arab Saudi melalui QR Code,” tandasnya.

 

Pada kegiatan pembinaan PPIU tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Badan Koodinasi dan Penanaman Modal (BKPM), dan Lembaga Sertifikasi Umrah dan Haji Khusus atau biasa disebut dengan LS UHK. Materi yang disampaikan diantaranya Kebijakan Umrah dan Haji Khusus, Standar Pelayanan PPIU, Teknis Perizinan PPIU, dan Akreditasi PPIU. (ab/ab).

Penulis
Abdul Basir
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca