Lompat ke isi utama
x

Persiapkan Umrah di Masa Pandemi, Kemenag Bukittinggi Hadirkan PPIU

Bt

Bukittinggi (PHU)--Sinyal pembukaan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah umrah Indonesia sudah diberikan Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indoensia dalam hal ini Kementerian Agama serta Kementerian/Lembaga terkait mulai mempersiapkan mitigasi persiapan prosedur keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah pembinaan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pembinaan yang diselenggrakan Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bukittinggi ini menghadirkan PPIU se Kota Bukittinggi.

"Dalam rangka menyikapi sinyal di perbolehkannya pelaksanaan umrah bagj masyarakat Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah melaksanakan pembinaan terhadap PPIU terkait persiapan pelaksanaan Umrah masa pandemi dan kesehatan jama'ah Umrah," kata Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi Kasmir saat Focus Group Discussion ( FGD ) dengan Dinas Kesehatan dan PPIU Kota Bukittinggi di Aula Kantor Kemenag setempat. Selasa (19/10/2021).

Kasmir memaparkan tujuh program Kementerian Agama melalui Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah untuk mempersiapkan Umrah Masa Pandemi serata Update informasi terbaru tentang umrah masa pandemi.

"Dirjen PHU Kemenag RI melahirkan tujuh program untuk menyongsong umrah masa pandemi," paparnya.

Pertama, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait upaya negosiasi diizinkannya jemaah umrah dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah, Kedua, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait perkembangan vaksinasi bagi jemaah umrah, Ketiga, membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dan Umrah tahun 1443 H. Tim ini terdiri atas perwakilan dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perhubungan, Keempat, mengirimkan surat edaran ke seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melaporkan update data jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya yang telah divaksinasi dan siap berangkat dan mengupdate data jemaah yang melakukan pembatalan/penarikan dana perjalanan ibadah umrah pada masing-masing PPIU.

Kelima, integrasi aplikasi. Selama ini, sistem informasi dan data penyelenggaraan umrah terfasilitasi dalam Sistem Komputerisasi Terpadu Umrah dan Haji (Siskopatuh), Keenam, menyusun skema penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19 dan Ketujuh, review dan revisi regulasi.

Ia juga mengajak PPIU untuk menyamakan persepsi terkait regulasi terbaru tentang PPIU, Peraturan Pemerintah No 5 dan 38 Tahun 2021 dan PMA No 5 dan 6 tahun 2021.

"Semoga harapan kita untuk menunaikan ibadah haji dan umrah ke tanah suci di ijabah Allah SWT," ujarnya.

Bt

Sementara itu Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Tri Andriani Djusair mengatakan saat ini Pemerintah Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau dengan mengeluarkan nota diplomatiknya terkait akan diperbolehkannya jemaah umrah Indonesia untuk beribadah umrah di Tanah Suci.

"Gabak di ulu tando ka ujan cewang di langik tando ka paneh ( sudah ada titik terang). Arab Saudi memberikan lampu hijau kepada Jama'ah Umrah asal Indonesia. Saat ini, pemerintah Indonesia dan Saudi dalam tahap akhir pembahasan prosedur serta persyaratan kesehatan dalam pelaksanaan umrah. Sejumlah hal masih menjadi kendala, antara lain jenis vaksin, sertifikat vaksin, standarisasi tes PCR, serta kewajiban karantina lima hari bagi jemaah yang tak memenuhi persyaratan kesehatan," tuturnya.

Pihaknya terus berupaya mempersiapkan pelaksanaan Umrah masa pandemi, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) dengan Dinas Kesehatan dan PPIU Kota Bukittinggi.

"Melalui  Focus Group Discussion ( FGD ) ini kita berharap dapat mendata Jama'ah umrah yang tunda per 27 Februari 2020 lalu, mendata Jama'ah umrah yang sudah divaksin covid serta persiapan edukasi jama'ah umrah dengan bimbingan manasik umrah masa normal dan masa pandemi," ucap Tri.

Hadir selaku narasumber Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Kasmir serta perwakilan PPIU Bukittinggi.

Penulis
Syafrial
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca